Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bandara Notohadinegoro Hidup Lagi, Gus Fawait Buka Rute Baru Jakarta–Jember dengan Fly Jaya

Maulana RJ • Rabu, 13 Agustus 2025 | 13:30 WIB
PASTIKAN KELAYAKAN: Bupati Jember Muhammad Fawait mengecek kesiapan Bandara Notohadinegoro sebelum soft launching penerbangan perdana dengan rute baru, Jember-Jakarta.
PASTIKAN KELAYAKAN: Bupati Jember Muhammad Fawait mengecek kesiapan Bandara Notohadinegoro sebelum soft launching penerbangan perdana dengan rute baru, Jember-Jakarta.

Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait lagi-lagi membuat kejutan terkait keinginannya menghidupkan Bandara Notohadinegoro Jember ini.

Dipilihnya rute penerbangan dari Jakarta melalui Bandara Internasional Halim Perdanakusuma menuju Jember melalui Bandara Notohadinegoro, bukan tanpa alasan.

Bupati Fawait mengungkapkan, keberadaan Bandara Halim yang cukup strategis berada di jantung ibu kota, menjadi faktor penentu dipilihnya rute flight ini.

Selain itu, ia diam-diam selama ini telah melakukan deal-deal-an dengan Fly Jaya.

Salah satu maskapai penerbangan Indonesia yang mencuri perhatian belakangan ini karena melayani penerbangan jarak pendek-menengah, dengan harga tiket yang merakyat.

"Tidak mudah bisa ngegolin ke bandara ini, karena ini (Halim Perdanakusuma, Red) merupakan bandara yang istimewa. Alhamdulillah bandara kita bisa mengaksesnya, bersama Fly Jaya," katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa (12/8).

Ia juga menyampaikan, rute penerbangan dari Ibu Kota Jakarta ke Jember ini merupakan perdana karena sebelumnya belum pernah diinisiasi.

"Ini akan menjadi sejarah baru bagi Jember, dengan rute baru, dan dengan maskapai baru, melayani penerbangan dari ibu kota ke Jember," urai Gus Fawait, sapaan akrab dia.

Sebelumnya, Bandara Notohadinegoro juga sempat melayani penerbangan perintis dengan rute Jember-Surabaya, dan Jember-Sumenep.

Namun, okupansi yang terus merosot berujung dua rute itu ditutup dan penerbangan akhirnya distop.

Sedianya, pesawat yang akan mengudara di Bandara Notohadinegoro menggunakan pesawat tipe ATR 72-500, bermesin twin-turboprops yang diklaim lebih efisien bahan bakar.

Sanggup terbang sejauh 1.370 km, dengan kecepatan terbang sekitar 518 km per jam, setinggi jelajah 15.000–25.000 kaki.

Pesawat ini dioperasikan Fly Jaya, maskapai yang berdiri di bawah naungan PT Surya Mataram Nusantara.

Baru berdiri 2024 kemarin dan resmi mengudara per Juli 2025, dengan menawarkan penerbangan low cost carrier.

Tarif Jakarta–Jember dibanderol mulai kisaran Rp1,3 juta per seat.

Takeoff dari Bandara Halim Jakarta secara direct alias tanpa transit.

Perkiraan durasi tempuh sekitar 1 -2 jam, menyediakan 72 seat, dengan konfigurasi 2-2.

Meski tingkat kedap suaranya rendah, pesawat ini dinilai jago menerabas medan terpencil atau terisolasi.

Dengan runway yang relatif lebih pendek ketimbang yang dibutuhkan pesawat Boeing atau Airbus.

Karakter ini sesuai dengan panjang runway Bandara Notohadinegoro, yakni 1.560 meter.

"ATR lebih aman daripada pesawat besar macam Boeing atau Airbus, dan memang biasanya tidak menjadi pilihan karena harganya lebih mahal, karena itu kita bikin murah (harga tiketnya, Red)," tegas Gus Fawait.

Ia membocorkan, besaran tarif ini dipastikan lebih terjangkau jika dibandingkan dengan rute yang jaraknya sama di daerah lain.

"Harga tiketnya dipastikan di bawah kisaran Rp 1,4 juta. Kami pastikan lebih murah dibanding penerbangan serupa dengan jarak yang sama di daerah lain," bebernya.

Gus Fawait mengharap dukungan seluruh masyarakat demi bandara kebanggaan warga Jember ini bisa terus aktif dan melayani penerbangan.

Meski begitu, ia mengakui masih banyak PR yang harus digarap untuk mendorong bandara ini memiliki napas panjang.

Sebab, selain soal okupansi, juga terkait branding, infrastruktur, dan sarana/prasarana di bandara yang akan terus dikembangkan.

"Bandara kita memang belum ideal, tapi kita buka dulu, agar Jember tidak lagi terisolasi. Dengan pesawat baru, maskapai baru, dan tentunya ini sejarah baru, kita soft launching 17 Agustus untuk penerbangan perdana. Setelah itu kita umumkan kembali akhir Agustus atau awal September, untuk normalnya," pungkas Gus Fawait. (mau/c2/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Bandara Notohadinegoro #reaktivasi #bandara jember #Bupati Jember #Gus Fawait