Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pasar di Rambipuji Jember Kebakaran ketika Malam Hari, Barang Dagangan Pedagang Hangus

Jumai RJ • Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:13 WIB
CARI SISA KEBAKARAN: Jumaiya, 65, pemilik lapak saat pasar Tradisional rambipuji terbakar pada Senin (11/8/2025) mencari sisa barang-barang yang terbakar.(JUMAI/RADARJEMBER).
CARI SISA KEBAKARAN: Jumaiya, 65, pemilik lapak saat pasar Tradisional rambipuji terbakar pada Senin (11/8/2025) mencari sisa barang-barang yang terbakar.(JUMAI/RADARJEMBER).

RAMBIPUJI, Radar Jember - Tidak banyak yang tau saat terjadi kebakaran Pasar Tradisional di  Dusun Kidul Pasar, Desa/Kecamatan Rambipuji, Jember pada Senin (11/8/2025) pukul 22.15 wib.

Seperti pedagang yang menempati los berukuran 12 meter 4 meter terbakar. Dari 4 kamar itu ada dua yang ditempati untuk berjualan nasi dan berjualan bumbu- bumbu lainnya.

Saat lapak untuk tempat berjualan terbakar pada Senin (11/8/2025) malam tidak ada pemilik yang tau.

Seperti yang dialami Jumaiya, 65 warga Dusun Paguan, Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari.

Seluruh barang yang dijual seperti bumbu dapur, sabun cair dan barang lainnya tidak tersisa termasuk timbangan kecil.

Jumaiya baru tahu pagi saat hendak buka dan untuk jualan.

Nenek berkacamata itu hanya pasrah ketika melihat lapaknya sudah terbakar termasuk barang yang siap jual.

Terlihat hanya mengamankan barang-barang seperti timbangan kecil, dan sisa sabun cair pembersih yang juga ikut terbakar bersama lapak milik pedagang lainnya.

Ada dua lapak yang ditempati untuk jualan, dua pedagang bumbu-bumbu dapur menempati satu berukuran 3 meter X 4 meter yang dibagi dua.

Sementara satu petak lagi berukuran 3 meter x 4 meter ditempati untuk berjualan nadi.

Dan dua petak berujuran 3 meter x 4 meter memang tidak ditempati juga ikut terbakar.

Menurut Jumaiya, Senin (11/8/2025) baru saja ngisi barang seperti bawang, jahe dan bumbu-bumbu lainnya. Belanja kemaren habis Rp. 1 jutaan.

"Saya hanya bisa menyelamatkan sisa-sisa yang terbakar yakni timbangan duduk kecil saja dan barang lainya tidak bisa diselamatkan" katanya.

Beruntung saat api mulai membakar los warung milik M Khoirul Anam, yang jual nasi segera ketemu.

Sehingga warga langsung menghubungi posko Damkar yang tidak jauh dari pasar dan berhasil memadamkan api yang terus membesar.

Hal senada juga dialami Tika, 60 warga Desa Rowotamtu baru tau pagi mau buka lapaknya.

Ternyata sudah ramai kalau tempat untuk jual bumbu-bumbu sudah terbakar dan semua barang ikut terbakar.

Bripka Bambang Febri Kanitreskrim Polsek Rambipuji mengatakan, terbakarnya los pasar tradidiona Rambipuji karena diduga konsleting listrik.

Diduga api muncul dari warung nasi milik M Khoirul Anam yang berjualan nasi dan berdekatan dengan dua pemilik lapak tak bu Jumaiya dan bu Tika, yang berjualan bumbu dapur.

Satu unit mobil damkar dari Posko Rambiouji berhasil memadamkan api.

Sehingga api tidak merembet ke los lainnya yang salung berdekatan, pungkas Bambang.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, beberapa pembeli yang datang masih penasaran untuk melihat los yang terbakar. Sementara terbakarnya satu los berukuran 12 meter x 4 meter itu terbuat dari penyangga beton dan rangka galvalum.(jum).

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Pasar