Radar Jember - Rencana Pemkab Jember melakukan reaktivasi Bandara Notohadinegoro dan melayani penerbangan kini mulai ada tanda-tanda yang membuahkan hasil.
Meski begitu, banyak hal yang perlu dibenahi dan dikembangkan agar bandara yang berlokasi Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, itu tidak kembang kempis.
Bahkan, perlu penguatan agar okupansi penumpang tetap banyak dan terjaga.
Selain itu, hal yang perlu diperhatikan guna menguatkan beroperasinya bandara itu, bisa saja pemkab menyiasatinya dengan sejumlah cara.
Misalnya, mewajibkan semua ASN yang akan ke Jakarta untuk menggunakan transportasi pesawat lewat Bandara Notohadinegoro.
Pemkab Jember juga bisa mengusulkan adanya bantuan subsidi untuk setahun pertama atau hal yang lain.
Yang jelas, butuh langkah-langkah serius guna meyakinkan warga agar mau naik pesawat dengan rute Jember-Jakarta.
Jika tidak, maka beroperasinya bandara dengan maskapai rute Jember-Jakarta ini akan seperti nasib sebelum-sebelumnya.
Okupansi penumpang selalu kurang.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan beroperasinya bandara kebanggaan warga Jember ini nantinya diharapkan dapat mendongkrak perhelatan event-event akbar di Jember agar lebih dikenal di mata dunia.
Salah satunya seperti Jember Fashion Carnaval (JFC).
"Tahun depan JFC harus lebih besar, apalagi 17 Agustus ini kita akan ada penerbangan dari Jakarta ke Jember," kata Gus Fawait, sapaan akrabnya, saat memberi keterangan terbuka, bersama Wamenpar Ni Luh Puspa.
Ia menegaskan kemajuan pariwisata harus ditopang dengan kemajuan infrastruktur yang memadai, salah satunya bandara.
Sehingga, tidak sekedar menarik kunjungan wisatawan, tapi juga membuat event-event di Jember bisa lebih mendunia.
"Tadi disampaikan Wamenpar, tidak hanya JFC, tetapi setiap bulan bisa ada event. Kami berharap JFC bisa menularkan kebesarannya kepada event-event yang lain, ke adik-adiknya di Jember," harapnya.
Reaktivasi bandara Jember ini sekaligus menguatkan konektivitas antarwilayah.
Selain untuk mendukung tumbuhnya investasi, juga untuk mendukung geliat pariwisata.
Lebih lanjut, Gus Fawait meyakinkan bahwa Jember dianugerahi potensi pariwisata yang luar biasa.
Tidak hanya wisata alamnya, tapi juga terdapat wisata religi, wisata kota pendidikan, wisata kebudayaan, dan beberapa lainnya yang tidak ditemukan di daerah lain.
Bahkan sejumlah komoditas unggulan Jember telah menembus pasar mancanegara.
Seperti kopi, tembakau, cokelat, hingga edamame.
Ia mengharapkan semua elemen masyarakat turut mendukung upayanya tersebut demi pembangunan Jember ke depan.
"Jadi sekarang sudah saatnya pariwisata Jember bangkit seperti 15 tahun yang lalu atau lebih," jelasnya.
Sementara itu, penting diketahui, kondisi bandara dalam beberapa tahun terakhir kadang beroperasi, kadang tidak.
Sejumlah maskapai penerbangan juga telah berganti-ganti, namun berujung rugi dan layanan penerbangan mandek.
Selain itu, kondisi fasilitas bandara belum sepenuhnya standard.
Salah satunya menara pantau yang kurang tinggi. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh