Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Krisis BBM di Jember Belum Benar-Benar Selesai! SPBU Masih Batasi Pembelian, Pertalite Habis sejak Pagi

Jumai RJ • Jumat, 1 Agustus 2025 | 15:55 WIB
MASIH ADA ANTREAN: Antrean kendaraan roda 2 dan roda 4 di SPBU Jenggawah, Kecamatan Jenggawah.
MASIH ADA ANTREAN: Antrean kendaraan roda 2 dan roda 4 di SPBU Jenggawah, Kecamatan Jenggawah.

Radar Jember – Pengiriman bahan bakar minyak (BBM) ke SPBU di Kabupaten Jember sudah dilakukan oleh PT Pertamina dan jumlahnya diperbanyak.

Bahkan truk tangki yang mengirim BBM ke Jember sudah melalui Surabaya dan Malang.

Sejak Rabu (30/7/2025), di beberapa SPBU di Jember sudah terlihat lancar dan mulai tidak ada antrean yang mengular.

Namun, sejak Rabu (30/7) beberapa SPBU sudah mulai melakukan pembatasan pembelian.

Seperti di SPBU Jenggawah.

Pengendara sepeda motor masih bisa membeli Rp 50 ribu sekali isi.

Namun, Rabu (30/7) sore pengendara sepeda motor dibatasi maksimal yakni Rp 30 ribu untuk sekali isi.

Kemarin (31/7), pengendara sepeda motor hanya boleh mengisi BBM Rp 30 ribu atau 3 liter untuk BBM jenis pertalite.

Sementara, untuk mobil yang sebelumnya boleh membeli Rp 200 ribu, kini hanya dibatasi Rp 100 ribu untuk sekali isi.

Muhammad, 58, warga Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, mengaku membeli BBM menggunakan sepeda motor hanya Rp 30 ribu.

Sehari sebelumnya masih bisa membeli RP 50 ribu.

Sementara, di SPBU Mayang, terlihat banyak pengendara yang membeli BBM jenis pertamax, Kamis (31/7).

BBM jenis Pertalite sudah habis sejak pagi sekitar pukul 07.30.

“Banyak pengendara sepeda motor yang beralih ke BBM pertamax karena pertalite habis duluan,” kata Fani, petugas SPBU di Mayang.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, BBM di beberapa penjual eceran sudah terlihat banyak.

Bahkan ada penjual eceran yang hanya menjual jenis pertamax.

Ada juga penjual eceran yang menjual BBM jenis pertamax turbo yang lebih mahal.

Terlihat penjual bensin dadakan pasca-kelangkaan BBM. (jum/c2/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #bbm langka