Radar Jember – Antrean panjang masih terlihat di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jember.
Pengendara sepeda motor maupun mobil terlihat antre di Jalan Gajah Mada untuk mengisi BBM.
Meski begitu, kondisinya berangsur normal.
Namun, ini bisa menjadi lebih panjang lagi apabila pengiriman BBM telat.
Antrean kendaraan roda 2 atau lebih bahkan terlihat dari depan rumah dinas Wakil Bupati Jember hingga di Jalan Sentot Prawirodirjo.
Mereka rela antre panjang untuk mendapatkan BBM.
Ini bukan karena panic buying, tetapi karena BBM kendaraannya habis.
pengiriman BBM di beberapa SPBU dalam kota terpantau masih ada yang telat.
Meski begitu, antrean di SPBU tidak terlalu panjang dibanding sebelumnya.
Sementara, antrean panjang masih terlihat di SPBU Jalan A. Yani, Lingkungan Tembaan, Kelurahan Kepatihan, Kaliwates.
Kendaraan yang antre di sepanjang Jalan Gajah Mada juga terlihat menunggu pengisian dari truk tangki yang sudah datang, kemarin.
Di halaman SPBU sudah terlihat menumpuk kendaraan roda 2 dan kendaraan roda 4.
Antrean panjang kendaraan roda 4 hingga di simpang tiga Kantor Pemkab Jember di sisi barat Jalan A Yani.
Demikian juga terjadi antrean pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan A Yani hingga Jalan Gatot Subroto, Kaliwates.
Di lokasi terlihat anggota Sat Sabhara bersama Satlantas Polres Jember di sekitar SPBU untuk mengurai kemacetan.
Di simpang tiga Jalan Gatot Subroto itu juga ada kendaraan dari arah barat.
“Kendaraan yang hendak mengisi BBM di SPBU jangan sampai menutupi jalan mobil yang hendak keluar,” ucapnya.
Yoyok, 40, warga Patrang, menyebut, di SPBU petugas terus melayani pembelian kepada pengendara sepeda motor dan kendaraan roda 4 selama persediaan BBM masih ada.
“Semoga saja pengiriman BBM ke beberapa SPBU di jember diberi kelancaran,” katanya.
Sehari sebelumnya dia antre dua jam, setelah hampir giliran, ternyata BBM habis.
Sementara, antrean panjang kendaraan juga terjadi di SPBU Mangli, Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates.
Meskipun terjadi antrean, di SPBU sedang proses pelayanan kepada pembeli.
Karena ada beberapa pompa yang difungsikan.
Kendaraan yang menggunakan BBM solar juga lancar.
Terjadinya antrean panjang karena kendaraan roda dua dan empat dari arah selatan dan utara di Jalan Otto Iskandardinata, Mangli, Kaliwates.
Di lokasi lain, antrean panjang pengendara sepeda motor dan mobil yang hendak mengisi BBM masih terlihat.
Seperti kondisi SPBU yang ada di Dusun Bringin Lawang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah.
Ratusan pengendara sepeda motor dan kendaraan pribadi lainnya terlihat antre sejak pagi.
Sementara kendaraan yang menggunakan BBM jenis solar tidak berdampak karena BBM masih ada.
Hanya saja, BBM jenis pertalite dan pertamax yang kosong.
Kemarin, pembelian BBM pun dibatasi.
Untuk kendaraan roda dua dibatasi pembeliannya Rp 50 ribu, sedangkan kendaraan roda empat Rp 200 ribu.
“Hal ini agar seluruh kendaraan yang sudah terlanjur antre sejak pagi bisa kebagian juga. Pembatasan ini diberlakukan sejak Senin (28/7) malam. Ketika BBM datang, ada beberapa anggota Polsek Jenggawah ditugaskan untuk ngepam,” kata Kapolsek Jenggawah AKP Eko Basuki.
Eko menyebut, antrean pengendara sepeda motor dan kendaraan roda empat sudah mulai normal.
“Insyaallah dalam sehari ini ada pengiriman hingga dua kali truk milik Pertamina. Semoga cepat normal,” katanya.
Sementara itu, setiap ada pengiriman BBM dari truk Pertamina, ada dua petugas yang ngepam di lokasi.
Ketika truk pengangkut BBM datang, pengendara yang antre cukup panjang ditertibkan.
“Agar pembelian BBM itu berjalan lancar, maka ada petugas polsek di SPBU,” katanya.
Sodiq, warga Dusun Wetan Gunung, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, pada Senin (28/7) antre sejak pukul 07.00 baru dapat BBM pukul 14.00.
“Kalau diberi batasan pembelian gak masalah yang penting tertib. Petugas SPBU juga harus tegas juga,” harapnya. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh