Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Warga Berharap Pemkab Jember Bikin Tangggul di Muara Sungai di Pantai Cemara

Jumai RJ • Senin, 21 Juli 2025 | 21:28 WIB

 

TERUS BERKURANG: Salah satu warung milik warga setempat yang dihantam gelombang tersisa bagian tempat pembeli saja.
TERUS BERKURANG: Salah satu warung milik warga setempat yang dihantam gelombang tersisa bagian tempat pembeli saja.

MOJOMULYO, Radar Jember – Puluhan pemilik warung di pantai Cemara, Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger kini jumlahnya terus berkurang.

Ini setelah dihantam gelombang cukup tinggi, akibatnya banyak warung yang hancur.

Sehingga pemilik warung ada yang membiarkan warungnya rusak dan memilih mencari tempat aman.

Banyak pemilik warung yang membiarkan warungnya ditempat semula karena memang sudah berkali-kali pindah.

Ada juga yang pindah dan hanya membiarkan tempat untuk pembeli. Seperti warung milik Sajib, warga setempat yang berjualan ikan bakar hanya tersisa bagian tempat pembeli saja. Sementara tempat untuk memasak dan membakar ikan ditempat yang jauh.

Warung yang awalnya jauh dari muara sungai, kini hancur meskipun dibagian depan sudah dipasang pancang kayu, pengaman dari ratusan zak dan sesek bambu tetap hancur diterjang gelombang.

“Hampir setiap gelombang tinggi air laut menghantam warung hingga tersisa bagian tempat pelanggan saja, itupun sudah mau roboh,” kata Sajib.

Selain itu juga dialami Limin, pedagang makanan dan minuman juga mengaku sama. Warungnya sudah berkali-kali pindah karena terus dihantam gelombang tinggi.

Saat pindah ditempat aman, kini bagian belakang juga tergerus dihantam gelomabng air laut.

“Warga atau pemilik warung hanya berharap agar Pemkab Jember agar bisa membuat tangkis/tanggul. Karena kalau terus menerus gelombang tinggi rumah warga dipinggir muara juga terancam. Karena terlihat puluhan warung di sisi utara muara sudah banyak yang rusak,” harap Limin.

“Memang awalnya muara sungai itu ada di belakang rumah warga. Tetapi kalau ada semacam ada pembangunan tangkis/tanggul bisa aman. Pemilik warung sudah pindah berkali-kali tetapi terus dihantam gelombang. Kini pengaman seperti puluhan pohon cemara juga roboh setelah dihantam gelombang,” pungkas Limin. (jum/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Pantai Cemara