Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Silpa Rp 561 M tapi yang Bebas Cuma Rp 82 M, Jalan Rusak Tetap Jadi Prioritas Anggaran Jember!

Mega Silvia RJ • Jumat, 18 Juli 2025 | 14:35 WIB
SETUJUI BERSAMA: Bupati Fawait bersama pimpinan DPRD Jember dengan agenda penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS anggaran 2025, kemarin (17/7/2025).
SETUJUI BERSAMA: Bupati Fawait bersama pimpinan DPRD Jember dengan agenda penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS anggaran 2025, kemarin (17/7/2025).

Radar Jember – Pemkab Jember hanya memiliki ruang fiskal sebesar Rp 82 miliar dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2025.

Dana tersebut berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) APBD 2024 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sebagian besar dana akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan dan pembelian alat kesehatan.

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menjelaskan, meski Silpa hasil audit BPK sebesar Rp 561 miliar, namun sebagian besar dana tersebut sudah terikat pada belanja wajib dan program mandatori seperti Universal Health Coverage (UHC).

"Hampir semuanya (PAPBD, Red) untuk infrastruktur dan sebagian untuk alat kesehatan di tiga rumah sakit,” katanya dalam wawancara pasca-rapat paripurna, kemarin (17/7/2025).

Disebutkan, sekitar Rp 57 miliar dialokasikan untuk perbaikan jalan.

Sisanya, Rp 10 hingga Rp 14 miliar digunakan untuk pengadaan alat kesehatan di RSUD dr Soebandi, Kalisat, dan Balung.

“Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya juga mendapat tambahan Rp 10 miliar," bebernya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menegaskan bahwa pembahasan KUPA dan PPAS Perubahan 2025 sudah rampung dan ditandatangani bersama eksekutif.

Dia menambahkan, dari sisi pendapatan pemkab, mengalami peningkatan, khususnya dari pendapatan asli daerah (PAD) yang semula diproyeksikan Rp 20 miliar menjadi Rp 24 miliar.

Sedangkan total belanja dalam PAPBD 2025 disepakati mencapai lebih dari Rp 4,9 triliun.

Menurutnya, eksekutif menargetkan optimalisasi pembangunan infrastruktur, utamanya perbaikan jalan, untuk mengejar peningkatan tingkat kelayakan jalan yang kini di bawah 70 persen.

Sehingga prioritas penggunaan Silpa juga dikerahkan.

“Agar bisa kembali ke atas 80 persen, dibutuhkan dana sekitar Rp 307 miliar per tahun. Maka ini jadi prioritas,” ujarnya.

Widarto berharap rancangan perda APBD 2026 segera diajukan eksekutif agar pembahasan tidak molor.

“Kami ingin pembahasan lebih awal agar pelaksanaan lebih optimal, tidak mepet akhir tahun seperti biasanya,” pungkasnya. (sil/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Pemkab Jember #APBD Jember #silpa #DPRD jember #Bupati Jember #Gus Fawait