Radar Jember – Banyak SD negeri yang kekurangan siswa atau pagunya tidak terpenuhi.
SMP negeri pun demikian, banyak yang kekurangan siswa.
Bukannya sekolah negeri ini tidak diminati, tapi lokasi sekolahnya memang jauh dari permukiman warga.
Salah satunya SDN Curahnongko 08, di Dusun Terate, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo.
Pada tahun ajaran 2025 ini hanya ada dua siswa baru.
Sehingga, dalam kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hingga hari keempat, kemarin, hanya ada dua siswa yang mengikuti.
Anik Supriyati, Kepala SDN Curahnongko 08, mengatakan, tahun ini, kelas 1 hanya ada dua siswa.
Dikatakan, SDN Curahnongko 08 setiap tahun ajaran baru hanya mengandalkan lulusan dari TK Theobroma yang ada di sekitar wilayah perkebunan.
“Karena yang sekolah ke SDN Curahnongko 08 hanya dari putra-putri karyawan perkebunan Afdeling Terate, PTP Nusantara 1 Rayon 5 Kebun Kotta Blater,” katanya.
Tahun 2024 lalu, siswa baru yang mendaftar di sekolah ini ada 6 anak.
Sebab, siswa yang keluar dari TK Theobroma, ya, hanya 6 siswa itu.
Sementara, untuk tahun ajaran 2025/2026 hanya ada 1 siswa dari TK dan 1 siswa non-TK.
“Kalau karyawan kebun tidak ada anak yang usia sekolah ke SD, maka tidak dapat siswa. Apalagi banyak karyawan yang sudah pensiun dan harus meninggalkan perumahan karyawan,” kata Anik.
Kondisi ini diperparah letak SDN Curahnongko 08 yang jauh dari kota.
Untuk menuju lokasi, hanya bisa lewat jalur lintas selatan.
Di sana juga kesulitan jaringan internet.
Sementara, penerangan juga mengandalkan genset milik kebun.
Total siswa di SDN Curahnongko 08 ada 28 siswa.
Siswa kelas I dua siswa, kelas II enam siswa, kelas III delapan siswa, kelas IV empat siswa, kelas V lima siswa, dan kelas VI ada 3 siswa.
“Sehingga untuk MPLS tahun ini hanya diikuti dua siswa saja. Satu siswa dari TK Theobroma dan satu non-TK,” pungkas Anik.
Sementara, hal serupa juga terjadi di SDN Jamintoro 03, Dusun Tempuran, Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru.
“Untuk tahun ini yang mengikuti MPLS hanya ada 8 siswa dengan jumlah total mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 ada 25 siswa,” kata Muhammad Eksan, Kepala SDN Jamintoro 03.
Faktor sedikitnya siswa yang sekolah di SDN Jamintoro 03 karena juga ada sekolah swasta.
Beberapa orang tua juga menyekolahkan putra-putrinya ke MI yang lokasinya tak terlalu jauh dari SDN Jamintoro 03. “Sehingga yang sekolah yang rumahnya dekat dengan sekolah saja,” pungkasnya. (jum/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh