Radar Jember - Bocah berusia 8 tahun yang baru kelas 2 sekolah dasar ini sudah banyak mendapat piala kejuaraan.
Dia adalah Muhammad Hafiizh Arfiansyah, siswa kelas 2 SD Al Baitul Amien Jember.
Arfi, putra pasangan Arif Dwi Hendra Machfudi dengan Febriana Kartikawa ini tinggal di Perumahan Tegal Besar Permai 1 blok D5, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.
Menurut ayahnya, awalnya sang kakak, Muhammad Azzam Arif Farzan ikut les renang, di Kebonagung, setiap les adiknya ikut.
Sehingga diikutkan les mandiri dengan pelatih Abdul Munif.
Kakaknya les dalam seminggu 2 kali, dan adiknya juga ikut.
“Ketika saya mengantar kakaknya, dia juga ikut, akhirnya diikutkan les renang. Awalnya hanya melihat ketika kakaknya latihan renang, karena sudah terbiasa akhirnya mereka ikut renang. Seketika, itu juga minta dibelikan baju renang lengkap dengan kacamatanya. Kalau mengikuti lomba atau kejuaraan renang, ikut Club Diamond AC Kencong,” kata Arif.
Sejak TK ABA 1 kelas kecil Arfi sudah pernah ikut lomba renang, tetapi kelas bebas.
Itu untuk melatih keberanian saja ketika ada lomba.
“Pokoknya setiap ada lomba renang selalu ikut dan mulai berani,” imbuhnya.
Nah, sejak kelas 1 SD Al Baitul Amien Arif mulai ikut kejuaraan renang di Jember.
Selain itu, ikut di Bondowoso dan Lumajang.
“Di Lumajang dan Bondowoso itu PRSI-nya jalan karena lewat KONI. Kalau di Jember itu jarang ada kejuaraan lomba,” ucap ayah Arfi.
Dia menyebut, lomba renang yang paling sering diiikuti yakni di Lumajang, karena event-nya resmi dan kolam renangnya standar.
“Biasanya untuk kejuaraan yang diikuti oleh Kabupaten Lumajang, Jember, Bondowoso, dan Situbondo,” jelasnya.
Di kawasan Sekarkijang (eks Karesidenan Besuki dan Lumajang), Arfi kemudian mulai mendapat trofi kejuaraan pada tahun 2024, juara 1 gaya dada 50 meter dan juara 2 gaya kelas bebas 50 meter di Bondowoso.
Tahun 2025 Arfi meraih juara 2 gaya dada di kolam renang Ratesa Rambipuji 2025 dan Juni 2025 juga meraih juara 2 gaya dada.
Selain itu, juara 2 estafet gaya bebas dan juara 3 estafet gaya ganti di Lumajang.
Menurut ayahnya, mereka lebih semangat jika didampingi ketika mengikuti lomba atau kejuaraan.
“Saya terus berteriak dan memberi semangat ketika sudah berada di garis start. Seperti mengingatkan posisi kaki saat jongkok persiapan dihitung. Kalau tidak didampingi tidak semangat, ketika saya tidak ikut mendampingi, ya, kurang semangat tetapi masih juga dapat juara,” kata Arif.
Yang paling penting ketika mau naik ke atas untuk persiapan untuk melompat.
“Harus diberi semangat, karena kalau tidak biasa ikut lomba akan bingung saat ada aba-aba siap dan peluit bunyi langsung melompat,” katanya.
Dengan pengalamanan yang sudah didapat, akhirnya sudah bisa dilepas namun tetap perlu pendampingan. “Mereka ikut renang mandiri dengan pelatih Abdul Munif. Mereka bercita-cita ingin menjadi perenang terbaik. Selain senang renang juga senang main futsal dan juga pernah menjadi juara,” kata Arif. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh