Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Musdesus Tuntas, KMP di Jember Tinggal Tunggu Legalitas, Bupati Gus Fawait Nyatakan Bakal Sokong Urusan Pangan

Maulana RJ • Senin, 2 Juni 2025 | 12:30 WIB

 

Ilustrasi sumber permodalan Koperasi Merah Putih. (Maulana Ijal/AI/Radar Jember)
Ilustrasi sumber permodalan Koperasi Merah Putih. (Maulana Ijal/AI/Radar Jember)

Radar Jember - Koperasi Merah Putih (KMP) atau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih digadang-gadang akan menjadi penopang penting keberlangsungan program-program pemerintah untuk kemandirian ekonomi di level perdesaan.

Pendirian 80 ribu KMP yang serentak di seluruh Indonesia ini juga berkaitan penting dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, salah satunya memperkuat sektor ketahanan pangan.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menyukseskan program pemerintah pusat, termasuk pembentukan KMP ini.

Ia bahkan menyebut pembentukan KMP melalui musyawarah desa khusus (musdesus) di Jember sudah selesai dan menyisakan legalitasnya saja.

"Pendirian Koperasi Merah Putih sudah dilaksanakan di 226 desa dan 26 kelurahan di Jember. Musdesus pembentukannya juga sudah selesai 100 persen, tinggal proses di Kemenkumham untuk legalisasinya. Insyaallah, secepatnya terselesaikan, sesuai dengan arahan presiden," kata Gus Fawait, sapaan akrabnya, saat ditemui di kantor DTPHP Jember (21/5/2025).

Dalam kesempatan berbeda, Jumat (23/5), Gus Fawait juga menegaskan keberadaan KMP nantinya juga akan difokuskan untuk membantu urusan ketahanan pangan.

Selain sudah diamanatkan oleh Presiden, kata dia, KMP juga akan membantu Bulog dalam hal menyerap gabah petani lebih maksimal.

"Ke depan kita juga ingin tingkatkan lagi serapan gabah ini, itu mengapa pemkab men-support penuh pembentukan Koperasi Merah Putih ini," jelasnya.

KMP diharapkan juga bisa menjadi mitra strategis Bulog dalam penyerapan gabah sesuai harga yang ditentukan pemerintah.

Ia juga mengakui, serapan gabah oleh Bulog tidak semua berjalan mulus, meski serapan gabah Jember mencatatkan angka yang cukup signifikan se-Jawa Timur.

"Kalau di bawah mungkin ada gabah yang belum terserap secara optimal, itu wajar. Jadi, ke depan kita lebih atur lagi sistemnya, melalui sistem di koperasi merah putih, sehingga koperasi ini nanti memiliki peran bisa menyerap gabah lebih optimal lagi," harapnya.

Baca Juga: Sudah Tahu Ada Gelombang Besar, Pengunjung Pantai Payangan Jember Masih Saja Nekat Mandi

Gus Fawait menambahkan, KMP ke depan bisa menjalankan fungsinya seperti Bulog, menyerap harga gabah petani.

Sebab, berdasarkan nomenklatur yang ada, ada cukup banyak badan usaha yang bisa dijalankan KMP.

Selain sebatas simpan pinjam atau usaha barang dan jasa.

Masih terkait KMP ini, Wakil Bupati Jember Djoko Susanto juga sempat memberikan atensi khusus terkait kompetensi pengurus KMP dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam fungsinya memberikan kontrol.

Meski mekanisme pendirian koperasi ini melalui perwakilan masyarakat, Djoko meminta tetap ada kriteria kelayakan.

Ia meminta komposisi pengurus koperasi yang utama harus amanah.

"Kriterianya amanah, itu landasan utamanya, dan yang kedua tentu profesional, karena mengelola dana besar, harus punya kemampuan," pinta Pak Djos, beberapa waktu lalu.

Pemerintah pusat menghendaki percepatan pembentukan 80 ribu Kopdes Merah Putih dengan estimasi permodalan maksimal Rp 5 miliar per desa/kelurahan.

Total Rp 400 triliunan lebih se-Indonesia.

Hal itu sesuai Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diteken 27 Maret 2025 lalu.

Sementara, di Jember yang memiliki 248 desa/kelurahan, besaran modal yang dikucurkan cukup besar.

Terakumulasi mencapai Rp 1,24 triliun.

Berdasarkan beleid itu pula, pendanaan ini berasal dari empat sumber.

Baca Juga: Mensos Gus Ipul Kucurkan Bansos Rp 21 Miliar kepada Bupati Jember Gus Fawait saat Puncak Peringatan HLUN 2025

Yaitu APBN, APBD, APBDes, dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai ketentuan perundang-undangan seperti pinjam ke bank. (mau/nur)

 Baca Juga: Ketika Mensos Gus Ipul Roasting Sejumlah Pasangan Lansia di Jember yang Baru Menikah Resmi

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Pemkab Jember #Jember #kmp #wabup jember #djoko susanto #Bupati Jember #Koperasi Merah Putih #Gus Fawait