Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lewat Seni Semua Bisa Bercerita, Prodi D-3 Bahasa Inggris Polije Gelar Pameran Sejarah Jember

Imron Hidayatullahh • Rabu, 14 Mei 2025 | 14:30 WIB

PANTIK ANTUSIASME: Sudut pameran sejarah Jember dan Kecamatan Sumbersari di aula Politeknik Negeri Jember, Kamis (8/5/2025) lalu. (Mega Silvia/Radar Jember)
PANTIK ANTUSIASME: Sudut pameran sejarah Jember dan Kecamatan Sumbersari di aula Politeknik Negeri Jember, Kamis (8/5/2025) lalu. (Mega Silvia/Radar Jember)
 

Radar Jember - Pameran di sudut aula kampus itu memang mini, tapi luas maknanya.

Bergantian sejumlah mahasiswa memperhatikan dengan saksama kertas-kertas yang tampak tua dan menguning.

Arsip-arsip foto kondisi Kecamatan Sumbersari di awal pembangunannya.

Linimasa panjang yang tertempel rapi di dinding.

Setiap fragmen waktu dari era 1856 hingga 1976 ditulis dengan ulasan singkat sejarahnya.

Lampu panjang membiak di antara alur tahun.

Membacanya bisa membayangkan kembali bagaimana Jember dari masa ke masa.

Di area utama acara film dokumenter pendek karya Komunitas Sudut Kalisat diputar.

Mahasiswa semester empat Prodi D-3 Bahasa Inggris Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata Politeknik Negeri Jember telah menambahkan ke dalamnya subtitle dalam bahasa Inggris.

Ini bukan kelas sejarah, bukan pula kelas seni.

Ini adalah bagian dari program English Change Through Hopes, Opportunity and Empowering Skill (ECTHOES) Fest.

Melalui seni, semua bisa dibahasakan.

Pun dengan bahasa, seni bisa melintasi ruang dan waktu.

“Selama ini kita belajar bahasa hanya sebagai grammar dan speaking. Tapi kami percaya, bahasa bisa jadi perpanjangan tangan budaya. Bahkan, bisa memperpanjang usia sebuah karya,” ujar Diah Rizki, dosen Prodi D-3 Bahasa Inggris Polije.

Festival yang telah digelar dari pagi hingga malam pada 8 Mei lalu itu menghadirkan Sudut Kalisat sebagai cerminan nyata bahwa seni budaya bisa dinarasikan.

Program best learning kampus itu ingin memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk membuat konten berisi, mengembangkan baru, dan menampilkannya ke khalayak.

Memberikan terjemahan Bahasa Inggris pada sebuah film membuat usianya makin panjang.

Bisa dinikmati lebih luas lagi, tak hanya yang ada di dalam negeri.

Hadirnya pameran sejarah Kecamatan Sumbersari melalui arsip foto pun membuat mahasiswa terbawa pada pengalaman baru cara menarasikannya kepada pengunjung.

Diah mengatakan, salah satu cara yang bisa dilakukan ialah menyentuh hal-hal yang sering luput, yakni arsip.

Lewat proyek ini, mahasiswa memproduksi berbagai konten berbasis arsip lama tentang Jember dan Sumbersari.

Beberapa arsip dikemas ulang menjadi materi visual, seperti film pendek dan konten media sosial.

“Bahasa itu tak melulu soal berbicara. Ekspresi pun bisa menjadi bahasa,” ulasnya.

Talkshow singkat bersama sejarawan asal Kalisat, RZ Hakim, memantik mahasiswa untuk memproses keberadaan seni sebagai bahasa.

Diah berharap, di akhir program, mereka bisa membawa banyak penggalan pengalaman.

Tidak semua mahasiswa akan benar-benar membuat produk konten seperti yang diharapkan atau mengelola arsip.

Tapi, mereka pulang dengan satu kesadaran, bahwa bahasa adalah alat yang lentur.

Ia bisa berbicara lewat kata, gambar, hingga sunyi.

"Dan bahasa bisa diekspresikan lewat seni," pungkasnya. (c2/nur)

 

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#sumbersari #Sejarah Jember #Politeknik Negeri Jember #Polije #Pameran Sejarah