SUMBERSARI, Radar Jember — Insiden terbakarnya truk kendaraan dinas TNI AD di jalan Tol Gempol-Pandaan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Yonif 509/BY/9/2 Kostrad Jember.
Anggotanya, Serka Untung Avisilia, gugur dalam perjalanan pulang seusai menjalankan tugas di Papua.
Dia meninggal setelah melompat dari jalan tol setinggi 8 meter dalam upaya menyelamatkan diri dari ledakan kendaraan dinas bermuatan amunisi dan mortar.
Insiden tersebut terjadi pada Senin (5/5/) malam sekitar pukul 21.30, di KM 774+200, ruas Tol Gempol–Pasuruan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Saat itu, rombongan kendaraan dinas Yonif 509/BY/9/2 Kostrad tengah dalam perjalanan dari Dermaga Ujung Perak, Surabaya, menuju markas Yonif 509/BY/9/2 Kostrad Jember, seusai purnatugas dari Papua.
Rombongan berangkat sekira pukul 20.00 dipimpin oleh Serma Supriyadi.
Sekitar pukul 21.15, mereka memasuki Gerbang Tol Kejapanan 1.
Berselang 15 menit, tiba-tiba salah satu randis (kendaraan dinas) bermuatan amunisi dan mortir terbakar hebat, diduga akibat korsleting listrik.
Sopir truk itu kemudian berhenti dan berlari ke arah depan, begitu melihat ada kebakaran.
Sementara, di belakangnya ada kendaraan lain.
Kebakaran truk di depannya tersebut menimbulkan kepanikan, karena pada saat yang bersamaan, terjadi ledakan keras dari dalam kendaraan.
Nah, Serka Untung Avisilia, yang mengemudikan randis di belakang kendaraan truk terbakar, berupaya menyelamatkan diri bersama pendampingnya, Serma Dino.
Dalam suasana panik dan gelap, keduanya melompat keluar dari jalan tol.
Tanpa mengetahui bahwa mereka berada di atas underpass setinggi sekitar 8 meter.
Keduanya terhempas ke bawah dan mengalami luka serius.
Petugas dan warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan atas insiden itu.
Keduanya dibawa ke IGD RS Pusdik Bhayangkara Porong.
Namun, nyawa Serka Untung tak tertolong.
Dia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.10 oleh dr Roro Sriwahjuni, dokter jaga rumah sakit.
Sementara itu, Serma Dino mengalami patah tulang paha kanan dan masih menjalani perawatan intensif.
Sementara itu, Anggota Provos Secaba Kadek menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan apakah jenazah Serka Untung akan dibawa ke Jember atau ke rumah duka di Dusun Balongrejo, Desa Balonggebang, Gondang, Kabupaten Nganjuk.
“Kami belum menerima informasi korban akan dibawa ke Jember atau tidak. Besok akan kami informasikan lagi,” terangnya, Selasa (6/5) sore. (yul/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh