Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cari Solusi Kemacetan Lingkar Kampus Universitas Jember (Unej), Dishub Masih Menghendaki SSA 24 Jam?

M. Ainul Budi • Jumat, 25 April 2025 | 14:10 WIB
PENGGUNA JALAN: Kondisi Jalan Jawa pada sore hari, tampak terjadi kepadatan lalu lintas. Sejak SSA dicabut, masih dicari solusi terbaik mengurai kemacetan daerah kampus pada jam-jam sibuk. (MEGA/RJ)
PENGGUNA JALAN: Kondisi Jalan Jawa pada sore hari, tampak terjadi kepadatan lalu lintas. Sejak SSA dicabut, masih dicari solusi terbaik mengurai kemacetan daerah kampus pada jam-jam sibuk. (MEGA/RJ)

SUMBERSARI, Radar Jember - Sejak uji coba sistem satu arah (SSA) dihentikan pada 4 Februari lalu, lingkar kampus pada jam-jam sibuk kembali didera kemacetan.

Pemkab Jember perlu segera mengatasi dengan kembali menerapkan SSA atau mencari solusi lain.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Agus Wijaya mengatakan, hasil evaluasi pasca-dicabutnya SSA, jalan lingkar kampus padat pada jam-jam sibuk.

Baik pagi maupun sore hari. Evaluasi itu dilakukan melalui monitoring lapangan dan patroli secara langsung.

“Kapasitas jalan sudah tidak memungkinkan kalau dibuat dua arah. Maka, kami dari bidang lalu lintas, transportasi, tetap menghendaki SSA 24 jam,” ungkapnya saat ditemui seusai rapat di DPRD Jember, Rabu (16/4) lalu.

Namun demikian, tidak ada pembicaraan secara resmi di internal pemkab mengenai wacana penerapan kembali SSA. Oleh karena itu, pengusulan anggaran pada tahun 2026 juga tidak dilakukan. “Tidak ada (dianggarkan, Red),” kata Agus.

Dijelaskan, penanganan manajemen lalin di jalan lingkar kampus membutuhkan rekayasa. Selain SSA, yang bisa diterapkan ialah buka tutup jalan atau contraflow. Namun, semua kembali pada kebijakan eksekutif.

“Situasi politik ini memengaruhi kelancaran lalin,” tuturnya.

Di sisi lain, banyak hal yang juga memengaruhi kelancaran lalin di lapangan. Adanya PKL di daerah kampus, khususnya Jalan Jawa, kerap mengundang kemacetan. Termasuk parkir kendaraan di sejumlah ruko yang kemudian harus benar-benar diperhatikan pengaturannya.

“Permintaan dari masyarakat nanti akan dilakukan kajian terlebih dahulu,” imbuhnya.

Terpisah, anggota Komisi C DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo mengakui bahwa SSA berhasil menjadi solusi mengurai kemacetan di jalan lingkar kampus pada jam-jam sibuk.

Namun, penolakan dari masyarakat karena dinilai menyurutkan perekonomian para pedagang juga harus didengarkan.

“Maka pemerintah harus segera melakukan solusi yang mampu menyelesaikan kemacetan selain SSA,” serunya.

Ketua Fraksi PDIP itu menyampaikan, pemkab harus serius menyelesaikan persoalan kepadatan lalin.

Tidak hanya di lingkar kampus, tetapi juga di daerah lain yang juga bernasib sama. Seperti di simpang empat Argopuro.

“Pemerintah harus segera melakukan langkah-langkah mencarikan solusi mengurai kemacetan beberapa titik di daerah perkotaan,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, tambahnya, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Dishub mengenai titik-titik rawan kemacetan di Jember. Kemudian, bersama membicarakan jalan keluarnya. (sil/c2/dwi)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #ssa #Universitas Jember #UNEJ