Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ternyata Suara Lembut Dari Speaker CCTV Trafic Light Jember Berasal Dari Perempuan Cantik Ini, Kenalan Dengan Agnes Cholifah

Radar Digital • Sabtu, 5 April 2025 | 13:25 WIB
DI BALIK LAYAR: Staf Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Agnes Cholifah bangga terlibat dalam upaya menjaga keselamatan pengendara. (YULIO/RJ)
DI BALIK LAYAR: Staf Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Agnes Cholifah bangga terlibat dalam upaya menjaga keselamatan pengendara. (YULIO/RJ)

Jaga Keselamatan di Belakang Layar

KEPATIHAN, Radar Jember - Menjadi bagian dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jember adalah hal yang tak pernah terpikirkan oleh Agnes Cholifah.

Bagaimana tidak, dalam hal pendidikan, perempuan yang mahir berbahasa Jepang itu tak pernah bersinggungan dengan dunia transportasi.

Selepas lulus dari SMAN 3 Jember, dirinya melanjutkan pendidikan D-3 pertanian di Politeknik Negeri Jember.

Kendati demikian, saat telah dinyatakan lulus dan tengah menunggu jadwal wisuda, Agnes tertarik untuk mencoba mengikuti seleksi yang diselenggarakan Dishub Jember. Hasilnya di luar dugaan, dia pun lulus.

“Setelah dinyatakan lulus tahun 2017, saya diikutkan berbagai pelatihan dan diklat. Ada materi tentang transportasi, keselamatan, dan sebagainya,” jelas wanita yang semasa kuliahnya pernah belajar di Jepang itu.

Saat ini Agnes bertugas sebagai staf bidang lalu lintas di ruang TRC Dishub. Dia mengamati melalui CCTV.

Di samping itu, dia juga memberikan imbauan kepada pengendara yang mengesampingkan keamanan berkendara. Agnes mengaku bangga, meski tak dikenal karena bertugas dari balik layar.

Namun, upayanya dalam menjaga keselamatan berkendara berperan besar. Terlebih dengan meningkatnya jumlah pengendara selama libur Lebaran seperti saat ini.

“Kalau ditegur langsung, orang mungkin takut atau malah gak terima. Kalau teguran itu disampaikan melalui speaker CCTV, mereka lebih menerima, sehingga ke depannya lebih berhati-hati dalam menjaga keselamatan,” tuturnya.

Lebih lanjut, bekerja sebagai pegawai Dishub tak serta-merta membuat Agnes merasa bebas membeli barang yang dia inginkan. Dia mengaku kerap menahan diri untuk membeli sesuatu meski uangnya ada di kantong.

Sebab, menurutnya, masa depan dipenuhi ketidakpastian, termasuk dalam hal karir. Oleh karenanya, dia ingin belajar investasi jangka panjang.

“Di jam istirahat atau kalau ada waktu luang saya suka nontonin tips investasi atau berita ekonomi. Salah satu yang saya suka itu channel-nya Raymond Chin,” terang ibu dua anak itu.

Agnes bercerita, keinginannya berinvestasi juga demi masa depan anak-anaknya.

Dia tak ingin sang anak kelak menjadi sandwich generation apabila dia tak memiliki passif income.

“Sekarang anak saya masih kecil-kecil, yang pertama itu duduk di bangku TK, yang kedua masih umur dua tahun,” tandasnya.

Lebih lanjut, untuk menjaga interaksi dengan kedua buah hatinya, Agnes harus pandai membagi waktu antara bekerja dan mengurus keluarga.

Terlebih profesi sang suami mengharuskannya kerap kali bertugas di luar kota.

“Sebelum bekerja saya selalu siapkan bekal untuk yang TK, yang kecil diantar ke daycare. Pulang kerja dijemput. Kalau malam saya maksimalkan waktu untuk main sama anak,” jelasnya. (yul/c2/nur)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #CCTV #DISHUB