Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Konvoi Sound Horeg di Jember Ganggu Warga, Polisi Lakukan Razia dan Berikan Teguran, Begini Kronologi Lengkapnya

Radar Digital • Selasa, 11 Maret 2025 | 23:15 WIB
Tangkapan layar video viral soung horeg di Ambulu, Jember (Tiktok @latifaangga47)
Tangkapan layar video viral soung horeg di Ambulu, Jember (Tiktok @latifaangga47)

Radar Jember  -  Pada Minggu dini hari, dua unit mobil pickup yang membawa sound horeg melakukan konvoi di jalanan Jember, Jawa Timur. (9/3/2025)

Aksi mereka menjadi viral setelah video kejadian beredar di media sosial.

Sound system yang dibawa pickup tersebut memiliki tinggi sekitar dua hingga tiga meter dan mereka berkeliling mulai pukul 00.00 hingga 01.30 WIB.

Tindakan ini menuai keresahan warga karena volume musik yang sangat keras pada jam malam.

Petugas dari Polsek Ambulu dan Tim Reskrim Polres Jember pun melakukan patroli dan menghentikan konvoi tersebut.

Mereka melaksanakan razia di dua lokasi, yaitu di Dusun Bedengan, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, dan Dusun Krangkengan Barat, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Jember.

Kapolsek Ambulu AKP Latifa Andika membenarkan kejadian tersebut.

 Menurutnya, polisi melakukan penindakan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat yang merasa terganggu oleh kebisingan tersebut.

"Kami langsung menindak pemilik mobil pikap dan warga yang ikut konvoi," jelas Latifa.

Menurut Latifa, saat dilakukan patroli, pemilik sound horeg mengaku bahwa mereka ingin membangunkan warga untuk sahur.

 Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan tersebut tetap mengganggu ketertiban dan meminta musik dimatikan.

"Kami memberikan imbauan agar tidak mengulangi perbuatan ini," tambah Latifa.

Setelah dilakukan razia, pemilik sound horeg dan peserta konvoi hanya diberikan teguran dan diimbau untuk tidak mengulangi kesalahan serupa.

Meskipun tidak ada kendaraan atau sound system yang diamankan, patroli akan terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.

Warga sekitar, seperti Dian Kusumaningrum (33), mengungkapkan keresahannya atas kejadian tersebut.

Ia menilai bahwa aktivitas tersebut mengganggu waktu istirahat warga, terutama selama bulan Ramadan.

Dian berharap agar pihak berwenang lebih tegas menindak aksi seperti ini di masa mendatang.

Penulis : Ning Nabila Zuhro

Redaktur : M. Ainul Budi

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #sound horeg