SUMBERSARI, Radar Jember – Program makan bergizi gratis (MBG) direncanakan akan terlaksana pada Januari 2025.
Namun, rencana ini batal dan sampai sekarang belum ada kejelasan kapan atau tanggal dan bulan berapa program tersebut akan terlaksana.
Bisa jadi, program ini baru akan terlaksana setelah Idul Fitri atau April mendatang.
Bisa juga akan meleset lagi apabila penyiapannya tidak cepat.
Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Arm Indra Andriansyah menegaskan, program MBG di Jember akan segera dilaksanakan.
Menurutnya, dapur pertama yang terletak di Kecamatan Patrang sudah sepenuhnya siap.
Selain itu, terdapat beberapa dapur sehat sudah mulai dilakukan pembangunan.
Letkol Arm Indra Andriansyah menjelaskan, persiapan tidak hanya dilakukan di Kecamatan Patrang.
Namun, sejumlah dapur lainnya juga sedang dalam proses pembangunan. Salah satunya seperti di Kecamatan Semboro.
“Kami terus berupaya untuk memastikan semua dapur siap beroperasi agar distribusi makanan bergizi dapat dilakukan secepatnya,” ujarnya.
Indra mengatakan, dapur MBG ini juga ada yang dibangun secara mandiri.
Namun, harus didaftarkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pusat penyelenggara.
Meski mandiri, porsinya juga sama, yaitu sebanyak 3 ribu.
“Untuk yang mandiri mereka mendaftarkan sendiri langsung ke BGN. Kami (Kodim, read) hanya membantu mengawasi dan mengoordinasi agar dalam proses pendistribusian ke sekolah nanti tidak dobel,” imbuhnya.
Seperti diketahui, untuk di Jember dibutuhkan kurang lebih sebanyak 157 dapur sehat yang nantinya akan disebar di 31 kecamatan.
Dengan jumlah dapur per kecamatan bervariasi, mulai dari 2 hingga 12 dapur.
Setiap dapur akan mendistribusikan sebanyak 3 ribu porsi makanan.
“Dapur paling sedikit nanti di Kecamatan Jelbuk, yaitu 2, dan yang terbanyak di Patrang, sebanyak 12 dapur,” ucapnya.
Sementara itu, jarak 1 dapur dengan beberapa sekolah tidak boleh melebihi 4 kilometer, sehingga pendistribusian terhadap siswa bisa lebih tepat waktu.
Indra menyebut, siswa yang sudah terdata sebagai penerima MBG mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA/sederajat hingga pondok pesantren se-Jember.
Indra berharap segera terlaksana dalam waktu dekat, dan beberapa dapur yang sudah mulai dilakukan pembangunan bisa segera di-launching.
“Untuk launching dapur sehat kami menunggu arahan dari BGN sebagai pusat pelaksana,” pungkasnya. (dhi/c2/nur)
Editor : M. Ainul Budi