Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Soal Ketahanan Pangan dan Hari Pers Nasional, Perkuat Kerja Sama Pentahelix, Dosen Fakultas Pertanian Unej dan Unmuh Jember Berikan Komentarnya

Radar Digital • Senin, 10 Februari 2025 | 19:15 WIB

 

LINDUNGI: Lahan sawah menjadi salah satu sarana ketahanan pangan. Kini terus terancam karena banyaknya pembangunan.(YULIO FA/RADAR JEMBER)
LINDUNGI: Lahan sawah menjadi salah satu sarana ketahanan pangan. Kini terus terancam karena banyaknya pembangunan.(YULIO FA/RADAR JEMBER)

DI tengah situasi ketahanan pangan yang semakin kompleks, wartawan memiliki peran penting dalam memastikan informasi tersebar dengan baik kepada masyarakat. Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan pangan. Namun, juga melibatkan distribusi yang merata, akses yang terjangkau, dan kualitas yang baik. Untuk itu, wartawan turut berperan dalam berbagai aspek untuk memastikan ketahanan pangan yang lebih baik.

Wartawan memiliki peran utama dalam mendidik dan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya ketahanan pangan. Melalui laporan investigatif dan berita yang berkelanjutan, wartawan dapat mengungkap masalah-masalah kritis dalam sistem pangan. Seperti penyalahgunaan subsidi pangan, distribusi yang tidak merata, hingga masalah perubahan iklim yang memengaruhi produksi pangan. Dengan menyajikan data yang akurat, mereka membantu masyarakat memahami tantangan yang dihadapi dan urgensi untuk bertindak.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember, Dr Syamsul Hadi, menjelaskan, dalam konteks mengawal ketahanan pangan, khususnya di Jember, pemerintah daerah harus melibatkan insan media sebagai pengawasan dalam setiap pembuatan mekanisme atau regulasi. Salah satunya seperti mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi, sehingga dalam prosesnya bisa terlaksana tepat sasaran. “Wartawan harus terlibat dalam setiap program ketahanan pangan,” terangnya.

Pada konteks pembangunan kawasan, baik nasional maupun daerah, harus menerapkan konsep kolaborasi atau sinergi pentahelix. Unsur media  massa merupakan komponen yang sangat penting dalam menyosialisasikan kepada publik. Baik sebagai fungsi informatif, edukatif, maupun promotif. Pengawalan oleh pihak-pihak terkait belum cukup memastikan saluran distribusi pupuk bersubsidi aman. Maka tak berlebihan jika media massa penting untuk dilibatkan sebagai kontrol atau pengawal di lapangan, asal semua pihak bersikap dan bertindak amanah atau profesional.

Hal senada juga disampaikan oleh dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember, Prof Soetriono, menegaskan, seorang wartawan harus terlibat dalam sejumlah program ketahanan pangan. Dengan itu, penting rasanya wartawan untuk mengetahui program-program terkait ketahanan pangan, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional. “Tentu seseorang wartawan harus ikut andil sebagai pengawasan. Maka dari itu, juga harus mampu meningkatkan pengetahuan tentang ketahanan pangan, agar informasi dapat tersaji dengan baik,” paparnya. 

Soetriono menambahkan, berkaitan dengan pupuk subsidi, wartawan harus memahami mulai dari proses penyusunan rencana definitif kelompok (RDK) di masing-masing kelompok tani yang terpusat di Departemen Pertanian atau Dinas Pertanian. Sehingga, dalam proses penyalurannya nanti bisa diketahui apakah sesuai dengan RDK atau tidak. “Nah, di situlah peran wartawan dalam mengawasi pupuk subsidi. Mulai dari proses penyusunan RDK hingga penyalurannya,” pungkasnya. (dhi/c2/nur)

 

 

Editor : M. Ainul Budi
#hpn #Universitas Jember #UNEJ #Unmuh #Ketahanan Pangan