SUMBEREJO, Radar Jember - Jembatan gantung penghubung Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, dengan Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, terancam rusak. Bagaimana tidak, fondasi jembatan tersebut ambrol. Sementara, yang lewat juga ada roda empat.
Bagian fondasi yang ambrol yaitu penyangga jembatan di sisi timur. Hal itu terjadi karena dihantam banjir di Kali Mayang. Dengan ambrolnya fondasi tersebut, kondisi jembatan sangat rawan. Selain itu, apabila terjadi banjir susulan juga cukup rawan, mengingat debit air Kali Mayang kadang hampir ke jembatan.
Seperti diketahui, pada bagian atas sisi barat dan timur, jembatan ditarik dengan kabel suspensi. Sedangkan bentangan jembatan yang menghubungkan dua desa itu cukup panjang. “Kalau fondasi itu ambrol lagi, kemungkinan jembatan juga akan ikut ambrol,” kata Nyono, warga sekitar yang rumahnya tidak jauh dari jembatan.
Menurutnya, dibangunnnya jembatan gantung itu hanya untuk kendaraan roda dua. Seperti warga Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, yang hendak ke Ambulu atau ke Watu Ulo agar tidak memutar jauh. Selain itu, banyak warga yang ada di barat Kali Mayang ke lahan pertaniannya, dan warga yang akan membawa hasil panennya. Setiap warga yang melewati jembatan itu membayar tiket Rp 2.000. Itu untuk perawatan jika ada kerusakan, seperti pada lantainya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak juga kendaraan roda tiga yang mengangkut semangka ketika musim panen. Bahkan, ada juga kendaraan roda empat atau pikap yang ikut melintas di atas jembatan gantung itu. Sebenarnya, boleh tidak kendaraan roda empat melintas di jembatan ini? Jika tidak, segera larang! (jum/c2/nur)
Editor : M. Ainul Budi