SEMBORO, Radar Jember - Kebakaran hebat melahap kandang ayam milik Hasan Baihaqi, 56, di Dusun Jatian, RT 002/RW 010, Desa Pondokdalem, Kecamatan Semboro, Kamis (9/1). Warga setempat pun mendadak panik atas musibah yang terjadi sekitar pukul 05.30 tersebut.
Tak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, kandang ludes dan sebanyak 34.000 ekor ayam umur 11 hari terpanggang dalam kobaran api. Hasil penyelidikan, kerugian yang dialami korban cukup besar, mencapai Rp 1,4 miliar.
Kapolsek Semboro Iptu Andrias Suryo Rubedo mengungkapkan, kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi mata, Ahmad Rosidi, seorang pegawai magang di tempat tersebut, sekitar pukul 05.30. Dia melihat ada kemunculan api di bagian blower atas, sisi utara kandang bagian belakang.
Begitu mengetahui ada kemunculan api itu, kata Andrias, saksi melaporkannya ke bos pemilik kandang yang juga berada dalam satu kompleks lokasi. "Saat saksi dan pemilik mendatangi titik kebakaran, api sudah menjalar ke seluruh bagian belakang. Kemudian, secara cepat menjalar ke seluruh kandang," katanya melalui keterangan tertulis, kemarin.
Saat kebakaran itu, warga sempat tergerak membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sekitar pukul 08.00 petugas damkar tiba ke lokasi. Besarnya kobaran api itu cukup membuat petugas dan warga kewalahan menjinakkan.
Terlebih, kandang dua lantai yang memiliki panjang 12 meter dan lebar 63 meter serta tinggi 8 meter itu memiliki dinding dari bahan waring/plastik. Sementara, rangka dan atapnya menggunakan kayu dan galvalum. "Api kemudian baru bisa dipadamkan dua jam kemudian atau sekitar pukul 10.00," kata Andrias.
Satreskrim Polsek Semboro dengan Tim Inafis Polres Jember juga datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Tim bersama Kapolsek Semboro Iptu Andrias Suryo Rubedo langsung menuju sumber titik api di kandang utara bagian belakang. Kobaran api muncul bagian blower atas utara kandang bagian belakang.
Pertama kali api muncul di bagian blower diketahui oleh Ahmad Rosidi. Selanjutnya, saksi melaporkan kepada Sahrul Laili yang berada di lokasi dalam lingkungan kandang. Menerima laporan, Sahrul langsung menuju titik yang pertama kali mengeluarkan api.
Namun, api semakin besar dan merembet ke bagian kandang belakang dan terus menjalar hingga membakar seluruh bagian kandang. Saksi sempat berteriak meminta tolong kepada warga, sehingga warga sekitar bersama karyawan kandang itu berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Terbakarnya kandang ayam dengan ukuran 12 x 63 meter terbuat dari rangka beton dan kayu atap galvalum. Bahan galvalum dan dinding waring plastik sempat membuat panik warga sekitar. Sebab, dari jarak jauh kepulan asap dan api yang terus membakar seluruh kandang itu dikhawatirkan merembet ke rumah warga. Selanjutnya, selain dilaporkan ke polsek setempat, juga dilaporkan ke posko damkar.
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis Polres Jember, ditemukan ada 10 blower dalam keadaan rusak terbakar. Kerusakan 2 panel listrik di bagian lantai 1 dan lantai 2 dalam kondisi terbakar. Ada 22 tabung gas LPG 3 kilogram ikut hangus terbakar. Selain itu, panel induk tidak terbakar dan masih dalam kondisi baik.
Andrias menyebut, menurut saksi, api pertama kali muncul di bagian belakang, dekat dengan blower yang terbakar. Sebelum terjadi kebakaran, saksi pada pukul 04.00 masih melakukan kontrol lampu di lantai 1 yang dalam keadaan mati. Untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran kandang milik korban masih menunggu hasil olah TKP yang dilakukan Tim Inafis Polres Jember. “Dalam peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian senilai Rp 1,4 miliar. Karena dalam kandang yang terbakar itu ada 34.000 ekor ayam yang masih berumur 11 hari,” pungkas mantan kanit reskrim Polsek Patrang itu. (jum/mau/c2/nur)
Editor : Radar Digital