Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Soal Potensi Sports Tourism di Kabupaten Jember, DPD ISSITA Jatim Berikan Saran dan Tipsnya Kedepan

Radar Digital • Senin, 6 Januari 2025 | 14:15 WIB
OLAHRAGA MINAT KHUSUS: Event festival paralayang yang digelar di Skyland Wuluhan beberapa waktu lalu, menjadi salah satu event sports tourism yang diadakan oleh Pemkab Jember melalui Dispora. (DOK RJ)
OLAHRAGA MINAT KHUSUS: Event festival paralayang yang digelar di Skyland Wuluhan beberapa waktu lalu, menjadi salah satu event sports tourism yang diadakan oleh Pemkab Jember melalui Dispora. (DOK RJ)

 

Wajib Perhatikan Regulasi dan Standarisasi

WULUHAN, Radar Jember –  Pengembangan pariwisata dan kebudayaan di suatu daerah dapat dilakukan melalui berbagai cara. Potensi wisata alam yang dimiliki, tradisi seni budaya yang mempunyai nilai sejarah cukup panjang, maupun event buatan.

Mulai dari karnaval ataupun event nasional, bahkan internasional. Salah satunya sports tourism.

Pada dasarnya, sports tourism adalah kegiatan olahraga bertujuan mempromosikan pariwisata suatu daerah dengan cara menggelar acara olahraga besar di daerah itu agar daerah itu semakin terkenal.

Secara garis besar, kategori sports tourism ada tiga macam. Mulai hard sports tourism, soft sports tourism, sampai bahari sports tourism.

Manfaat sports tourism tentu sangat banyak. Peningkatan sektor nonjasa dan jasa berpengaruh kepada tingkat sosial ekonomi masyarakat. Event olahraga lokal, nasional, maupun internasional yang sering dilaksanakan tentu akan merangsang perkembangan geliat ekonomi.

Selain itu, wisatawan domestik (Wisdom) maupun wisatawan mancanegara (Wisman) juga dapat menilai ekspektasi terhadap kualitas pelayanan yang ada di Jember.

Dengan begitu, sebagai tuan rumah, dapat mengukur kualitasnya sendiri. Dampak positif lainnya, sports tourism sebagai promosi gratis di sosial media yang sudah menjadi alat pemasaran efektif di dunia maya. Sports tourism ini tak melulu soal pertandingan dan mendapatkan sebuah medali. Melainkan juga sebagai ajang wisata peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. 

Upaya-upaya pengembangan sports tourism tersebut juga terus diperhatikan oleh Pemkab Jember, melalui Dispora.

Komentar terkait pengembangan sports tourism di sejumlah daerah pun juga mendapat tanggapan dan saran lebih lanjut kedepan dari Dewan Pengurus Daerah Indonesia Sport and Special Interest Tourism Association (DPD ISSITA) Jawa Timur.

Sebab, ISSITA sendiri awalnya dibentuk oleh Kemenparekraf serta menjadi pihak menjembatani pariwisata yang dikaitkan dengan olahraga, ekonomi kreatif, koperasi dan UMKM.

Ketua DPD ISSITA Jawa Timur, Rony Candra menjelaskan, bahwa pport tourism atau wisata olahraga juga memiliki pasar yang sangat besar yang akan memberikan multiplier effect pada kegiatan ekonomi masyarakat. 

“ISSITA ini kepanjangan tangan dari Kementerian Pariwisata, juga berkaitan dengan olahraga serta koperasi dan UMKM. Menurut kami potensi-potensi wisata yang ada di Jember, Lumajang, dan Bondowoso cukup baik dan seharusnya bisa menarik lagi wisdom dan Wisman,” ujarnya.

Sebab, hal itu juga berkaitan dengan daya beli para wisatawan untuk membelanjakan sesuatu. Rony pun memberi contoh di Tiongkok yang benar-benar bisa mengembangkan potensi tersebut. “Hari ini kita tidak hanya berbicara soal ekonomi saja, tapi juga penggerak dan daya serapnya,” ujar dia.

Disisi lain, bila suatu daerah ingin mengembangkan wisata dengan sports tourismnya, Pengelolaan yang lebih baik juga wajib diperhatikan Pemkab tersebut.

“Bagaimana pemerintah membuat standart pengelolaan dan berkaitan dengan retribusi. Sebab, ada beberapa wisman yang masuk ke Indonesia ini kecewa akan nilai tarif yang berbeda dan bervariasi. Juga masih ada oknum-oknum pungli, nah hal-hal itu yang harus lebih diperhatikan kedepan,” beber Rony.

Pihaknya pun berharap kepada Pemprov atau Pemkab untuk tata Kelola lebih baik. “Kondisi ini yang sedang kami bangun bersinergi terus dengan pemerintah. Bila ditanya apakah potensi itu masih ada? ya banyak. Sebab pemkab juga punya peranan menarik investor, dan itu hal yang vital,” jelasnya.

Selain itu, pemkab juga punya peranan memegang regulasi yang ada. Rony menjelaskan, menarik investor untuk berinvestasi ke suatu daerah tak hanya melulu soal menarik anggarannya saja. “Tapi bagaimana membuat Kerjasama untuk meningkatkan PAD,” lanjutnya.

Setelah itu, apakah menarik investor ke daerah sangat memungkinkan? Rony pun mengaku hal itu masih terbuka lebar.

“Tinggal bagaimana nanti menyatukan regulasi dan regulator yang ada di lapangan bisa koordinasi dengan baik. Saya rasa nantinya investor akan masuk, karena sudah ada kejelasan secara aturan dan perhitungan bagi seluruh pihak dengan baik,” ungkapnya.

DPD ISSITA Jatim pun menurut Rony punya peranan sebagai jembatan. Antara penyelenggara, investor, organisasi dan pemerintah yang ingin meningkatkan sebuah sports tourism. “Kami selalu edukasi ke pemerintah bagaimana mereka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar dari dampak sports tourism yang ada,” urainya.

Kedepan DPD ISSITA Jatim pun bakal terus memperhatikan seluruh daerah di Jatim, guna meningkatkan pengembangan sports tourism.

Termasuk bersinergi dengan organisasi atau federasi olahraga agar bisa membuat event di wilayah Jatim.

“Kalau di Jember ada bupati terpilih Gus Fawait yang akan bisa berkoordinasi dengan baik. Nantinya kami akan beri saran peningkatan dan standarisasi wisata olahraga serta kebijakan dan saran kami bisa sejalan searah dengan pemerintah,” beber dia. (bud)

Editor : Radar Digital
#Sports tourism #Jember #ISSITA