WULUHAN, Radar Jember - Seorang anak berinisial MA, 7, warga Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, yang terseret arus sungai di belakang Perum Villa Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, ditemukan di sekitar Teluk Pace, Pantai Malikan, Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.
Hal itu setelah warga sekitar bernama Limbat, yang juga pemilik perahu, sedang bersama pemancing, mengetahui ada mayat anak kecil yang diduga jasad MA.
Kabar penemuan jasad anak kecil itu selanjutnya disampaikan ke anggota SAR Rimba Laut.
Anggota yang menerima laporan langsung melaporkan ke Polsek Ambulu.
“Selanjutnya, berkoordinasi dengan Satpolair Polres Jember di Puger. Rencana evakuasi sejak Kamis (26/12) tetapi terkendala cuaca, yakni angin sangat kencang,” kata Nyono, Ketua SAR Rimba Laut.
Sejak Kamis, anggota keluarga korban juga di Pantai Papuma. “Tetapi untuk proses evakuasi tetap terkendala ombak dan angin yang kencang,” katanya.
Proses evakuasi kembali dilakukan pada Jumat (27/12) pagi menggunakan perahu karet milik Basarnas Jember.
Satu anggota SAR Rimba Laut bersama empat anggota Basarnas Jember mencoba mengevakuasi korban.
Namun, di tengah-tengah perjalanan menuju lokasi, tepatnya di Teluk Pace, perahu karet yang ditumpangi anggota Basarnas dan SAR Rimba Laut mengalami kerusakan.
Perahu karet mengalami patah pada bagian lantainya. Sehingga proses evakuasi mayat yang diduga MA itu gagal.
Proses evakuasi jasad yang MA yang terseret arus Sungai Bedadung akhirnya dihentikan.
Rencana proses evakuasi dilakukan hari ini (Sabtu, Red) (28/12) pagi.
“Mudah-mudahan jasad yang sudah berada di Teluk Pace, Pantai Malikan, Papuma, itu tidak bergeser. Karena angin kencang dan ombaknya juga besar,” kata Tanto. (jum/c2/bud)
Editor : Radar Digital