ANDONGSARI, Radar Jember – Getek yang biasa digunakan untuk menyeberangkan orang di Gladak Korek, Ambulu, akhirnya bisa digunakan kembali sejak Kamis (19/12). Jembatan penyeberangan tersebut sebelumnya sempat rusak akibat diterjang banjir. Akibatnya, kurang lebih selama sepekan tidak ada aktivitas penyeberangan warga.
Sulaiman, 58, pemilik getek, mengatakan, setelah rusak akibat diterjang banjir, dia bersama warga lainnya bergotong royong, memperbaiki jembatan penyeberangan tersebut. Saat rusak aktivitas penyeberangan di tempat itu lumpuh. Membuat kegiatan masyarakat ikut terganggu. “Getek baru beroperasi sejak Kamis (19/12), karena beberapa hari sebelumnya memang belum bisa memperbaiki karena air sungai masih besar,” katanya.
Perbaikan jembatan penyeberangan itu, menurut Sulaiman, menunggu air sungai surut. Namun, keberadaannya dibutuhkan oleh warga sekitar. Seperti warga yang akan menuju lahan pertaniannya, mencari kayu, hingga mencari rumput. Karena itu, pria tersebut bersama warga lainnya mencoba memperbaiki jembatan secepat mungkin.
Dia juga menjelaskan, hampir dapat dipastikan setiap hujan deras, Kali Mayang banjir. Hal tersebut juga berdampak pada getek dan jembatan penyeberangan milik Sulaiman. Sehingga, tak jarang warga harus membuat jembatan baru, karena rusak akibat diterjang banjir. “Kalau jembatan putus diterjang banjir harus diganti dan membuat lagi,” imbuhnya.
Dengan kondisi aliran sungai yang masih tinggi, panjang jembatan penyeberangan itu dikurangi. Pada bagian selatan panjangnya hanya tiga meter, sedangkan bagian utara lima meter. Dalam kondisi normal, jembatan akan dibuat lebih panjang. Sehingga getek berada persis di tengah jembatan yang dimaksud. “Untuk sementara memang getek yang terus bergerak untuk menyeberangkan orang,” jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Ambulu AKP Tanto menyampaikan, penarik getek yang biasa menyeberangkan warga harus selalu waspada. Dengan intensitas curah hujan masih cukup tinggi, tidak tertutup kemungkinan terjadi banjir secara tiba-tiba. Di sepanjang Kali Mayang itu ada dua jembatan penyeberangan dari kayu. “Dua jembatan itu memang membantu warga yang hendak ke lahan pertanian dan mencari rumput untuk ternaknya,” pungkasnya. (jum/c2/bud)
Editor : Radar Digital