JEMBER LOR, Radar Jember – Pemkab Jember memberi perhatian serius terhadap Alun-Alun Jember Nusantara pasca-soft launching, Sabtu (14/12). Salah satunya mengerahkan 80 pegawai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jember untuk menjaganya dengan ketat.
Penjagaan yang melibatkan 80 anggota Satpol PP itu bukan tanpa alasan. Mereka bergiliran menjadi empat sesi, menjaga setiap sudut alun-alun. Sebab, sudah ada sejumlah lampu yang hilang dicuri, rusak, serta ada sejumlah fasilitas yang dicorat-coret.
Kepala Satpol PP Jember Bambang Saputro mengungkapkan, alun-alun dijaga oleh anggotanya selama 24 jam. Tak hanya Satpol PP Kabupaten, namun dari tingkat kecamatan juga dilibatkan secara bergantian. “Setiap waktu personel Pol PP akan berjaga di Alun-Alun Jember Nusantara. Dibagi jadi empat sif. Setiap sifnya diisi 20 personel,” jelasnya.
Setiap personel akan mobile di wilayah Alun-Alun Jember Nusantara. Di antaranya di lokasi mega-videotron, sekitar tiang bendera atau tepat depan Kantor Pemkab Jember. Lalu, depan monumen bertuliskan Alun-Alun Jember di sisi utara. Sementara, Pol PP Kecamatan akan menempati di sisi barat, selatan, utara, dan timur Alun-Alun Jember Nusantara.
Mereka akan bertugas mencegah pedagang kaki lima (PKL) berjualan masuk ke alun-alun. Mencegah pengunjung menaikkan sepeda, sepeda motor, ataupun kendaraan lainnya ke Alun-Alun Jember Nusantara. Juga menghalau pengemis, gelandangan, pengamen, anak jalanan, ataupun lainnya yang berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung. “Terakhir, mengimbau pengunjung selalu menjaga kebersihan, ketertiban, dan tidak merusak atau corat-coret semua fasilitas alun-alun,” imbuhnya.
Perlu diketahui, sehari setelah soft launching Alun-Alun Jember Nusantara, terdapat fasilitas yang hilang dan rusak. Bahkan aksi corat-coret juga ditemukan di salah satu tempat duduk pengunjung. Kejadian itu cukup mendapat sorotan publik. Baik melalui media sosial ataupun secara langsung.
Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Jember Tabroni menyebut, langkah awal untuk mengamankan alun-alun memang harus seperti itu. Menurutnya, 20 orang per sif cukup pantas, mengingat area pengamanan yang dilakukan cukup luas. “Kalau 20 orang menjaga alun-alun dalam sekali sif itu lumrah. Apalagi, ini baru pertama PKL tidak boleh masuk ke alun-alun,” jelas politisi PDIP itu.
Dikatakan, proses pengamanan perlu dilakukan evaluasi bertahap. Ini untuk melihat efektivitasnya. “Apalagi grand launching belum dilakukan, maka perlu menjaga fasilitas,” ucapnya.
Tabroni menyarankan agar nantinya dilakukan evaluasi terkait jumlah dan efektivitas penjagaan alun-alun. Tak hanya itu, Tabroni juga menyarankan agar ada semacam studi banding ke beberapa daerah lain yang memiliki alun-alun yang setara atau lebih bagus dari Jember. “Perbandingan ini perlu sebagai bagian dari evaluasi. Kalau perlu evaluasinya per triwulan,” ungkapnya.
Saat ini, Tabroni menyebut mendukung pengamanan alun-alun sebagai aset negara dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, seperti pencuri. (qal/c2/nur)
TENTANG PENJAGAAN ALUN-ALUN JEMBER NUSANTARA:
- Penjagaan alun-alun melibatkan 80 anggota Satpol PP.
- Mereka terbagi empat sif dan setiap sesi 20 personel.
- Satpol PP bertugas mencegah PKL masuk ke alun-alun.
- Selain itu, mencegah orang menaikkan sepeda motor.
- Satpol PP juga menghalau gepeng, anjal, serta menjaga kebersihan.
FAKTA: SEHARI SETELAH SOFT LAUNCHING:
- Sejumlah fasilitas hilang dicuri warga.
- Sebagian fasilitas juga ada yang rusak.
- Ada tangan jahil corat-coret di tempat duduk.
SUMBER: Satpol PP Jember
Editor : Radar Digital