Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Truk-truk di Pabrik Semen Imasco Jember Ini Jadi Penyebab Utama Jalan Rusak, Warga Protes Keras

Radar Digital • Rabu, 4 Desember 2024 | 16:07 WIB

 

BERJEJER: Ratusan truk pengangkut material tertahan di PT Semen Imasco Asiatic, kemarin (13/12).
BERJEJER: Ratusan truk pengangkut material tertahan di PT Semen Imasco Asiatic, kemarin (13/12).

Beban Truk dan Muatan Bisa Capai 60 Ton

GRENDEN, Radar Jember - Aksi blokade jalan di sejumlah lokasi membuat ratusan truk perusahaan pabrik semen, PT Imasco Asiatic, tidak dapat beroperasi alias melintas, kemarin. Terpantau, truk yang biasanya lalu lalang membawa material tambang itu terparkir berjejer rapi di pintu keluar pabrik.

Adanya aksi itu juga dikeluhkan para sopir, karena pekerjaannya terhambat dan berpotensi tidak menerima pendapatan. Seperti yang disampaikan sopir PT Surya Buana Sentosa, Gatot S., yang merupakan salah satu sopir yang setiap hari mengangkut material dari dan menuju pabrik semen Imasco.

Dikatakan, pendapatannya sebagai sopir hanya akan diberikan saat melakukan pengiriman material. “Tentunya kami terganggu. Bukan hanya rugi soal waktu, kalau sampai nanti jalannya tetap terblokade, ya, otomatis tidak ada penghasilan (untuk sopir, Red),” terangnya.

Gatot melanjutkan, saat ini jalan Rambipuji–Puger merupakan satu-satunya akses bagi para sopir untuk membawa material. Sebab, meski ada jalur alternatif melalui Desa Mojosari, warga di desa tersebut menolak jalan di daerahnya dilewati truk tronton. “Ya, jadinya mau gak mau lewat Desa Kasiyan. Nah, untuk keamanan di jalan antara pabrik dan Kasiyan kecepatannya dibatasi 20 kilometer per jam. Kalau di luar itu maksimal 40 kilometer per jam,” terangnya.

Meski membuat pekerjaannya terhambat, Gatot mengaku mendukung aksi demo yang dilakukan oleh warga. Sebab, menurutnya, kondisi jalan di lokasi itu memang sudah memprihatinkan. Upaya penambalan jalan berlubang yang sudah sering dilakukan juga bukanlah solusi akhir. Sebab, dalam kurun waktu tertentu jalan tersebut akan rusak kembali. “Kalau sekadar ditambal, ya, pasti akan rusak lagi, karena bergelombang. Jadi, harus diaspal ulang yang rata. Seperti di daerah lain yang juga sering kami lewati, di sana tidak rusak karena jalannya rata,” terang pria 47 tahun itu.

Sopir yang merupakan warga Lojejer itu melanjutkan, setiap harinya terdapat ratusan truk yang keluar masuk pabrik semen Imasco Asiatic. Mayoritas truk itu mengangkut material batuan gipsum. Selain PT Semen Imasco Asiatic, masih ada beberapa perusahaan lain yang juga mengerahkan truk tronton sebagai sarana angkutan material. Berat muatan truk 40 ton. Jika digabung dengan berat kendaraan bisa mencapai 60 ton. “Truk-truk ini kebanyakan bolak-balik dari pelabuhan di Probolinggo. Di sana muatan langsung dipindah ke kapal tongkang,” tegasnya. (yul/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #Imasco