Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

VIRAL! Gara-gara Pabrik Semen Imasco, Jalan Utama Warga Rusak Parah, Warga Ngamuk Sampai Demo Besar-besaran

Radar Digital • Rabu, 4 Desember 2024 | 16:03 WIB
BAKAR BAN DI JALAN: Warga membakar ban di depan Kantor Balai Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, sebagai bentuk protes rusaknya jalan provinsi jurusan Rambipuji–Puger Jember, Selasa (3/12).
BAKAR BAN DI JALAN: Warga membakar ban di depan Kantor Balai Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, sebagai bentuk protes rusaknya jalan provinsi jurusan Rambipuji–Puger Jember, Selasa (3/12).

CURAHMALANG, Radar Jember – Secara umum, umur aspal direncanakan bisa tahan sampai 20 tahun. Akan tetapi, ada banyak faktor yang menyebabkan aspal mengelupas alias rusak. Di antara faktor itu, ada kendaraan bermuatan lebih berat daripada kapasitas jalan, karena faktor tanahnya, dan masih banyak lagi. Nah, cepatnya kerusakan jalan provinsi, mulai dari Puger hingga Rambipuji, dituding warga terjadi karena kendaraan yang beroperasi milik PT Imasco Asiatic over dimension dan overload (ODOL).

Rusaknya jalan yang dituding karena faktor truk-truk kendaraan Imasco ini akhirnya melebar. Di sepanjang jalan Rambipuji sampai Puger, terjadi banyak kecelakaan. Bahkan, kemarin juga terjadi beberapa kecelakaan, dan ada kendaraan Imasco yang terlibat. Kesal akan rusaknya jalan dan banyaknya kecelakaan, warga pun menggelar aksi, kemarin (3/12).

Bentuk protes yang dilakukan warga yaitu blokade jalan di beberapa lokasi. Jalan yang ditutup warga yaitu yang setiap hari dilewati kendaraan besar dengan muatan berat yang mayoritas beroperasi di Imasco. Blokade dilakukan dengan membakar ban bekas truk di tengah jalan.

Blokade jalan itu dilakukan di Simpang Tiga Kaliputih dan depan Balai Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji. Ada pula di utara Polsek Balung, di Simpang Tiga Desa Kasiyan Timur, dan di depan masjid Desa Grenden, Kecamatan Puger. Bahkan, ada warga yang kesal karena seringnya kecelakaan hingga ada korban jiwa, hingga memasang cempolong di tengah jalan. Aksi ini tidak sampai anarkis. Warga kesal atas tidak adanya tindakan tegas dari aparat, pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat terhadap truk yang kelebihan muatan. Selain itu, ada juga warga yang berorasi.

Aksi yang dilakukan murni warga sekitar jalan penghubung tiga kecamatan itu sempat menimbulkan kemacetan. Sebab, yang boleh lewat hanya pengendara sepeda motor, kendaraan pribadi, dan truk. Sementara, tronton bermuatan semen dan dump truck yang mengangkut bahan semen ke arah Puger tidak ada yang melintas.

Truk yang telanjur melintas di Jalan Rambipuji–Puger ada yang memilih mencari jalan alternatif.

Saat itu, Polri dan TNI melakukan pengamanan di sejumlah lokasi. Beberapa personel satpol PP juga turun di lokasi aksi. Di setiap titik blokade itu juga terlihat ada yang membentangkan banner bertuliskan, "Pak polisi, bapak di mana?? Kami melanggar lalu lintas bapak tilang. Ini ada truk tambang melanggar gak bapak tilang...!!!!”

Ada pula banner bertuliskan, “Penanaman Modal Asing (PMA), Kami perlu namun harus ramah lingkungan. Jangan sampai Imasco untung, Jember buntung. Evaluasi total izin lalin PMA yang ada di Jember.”

Korlap aksi, Sulam, mengatakan, aksi yang dilakukan warga ini murni karena banyak kecelakaan di wilayah Balung. Meskipun belum ada korban jiwa, hal ini karena banyak truk dengan muatan berat hasil tambang dari arah Puger. Akibatnya, jalan aspal mulai dari Puger hingga Rambipuji hancur. Jalan yang rusak parah tersebut terjadi karena dilewati truk tronton dengan tonase yang melebihi ketentuan.

Jalan yang rusak mulai dari Puger ke Rambipuji paling parah berada di sisi barat. Sebab, tronton yang melintas itu semunya sudah terisi muatan berupa semen. Kendaraan besar dengan muatan berat itu juga kerap terlibat kecelakaan dengan pengendara sepeda motor. Seperti kecelakaan lalu lintas hingga korban meninggal akibat terlindas terjadi di Jalan Kertanegara, Dusun Krajan, Desa Curahmalang, Rambipuji, Selasa (3/12) pukul 06.30.

“Saya minta bersama warga, tolong aspirasi warga atau masyarakat didengar. Warga yang tinggal di sepanjang jalan ini sudah trauma dengan banyaknya angka kecelakaan akibat jalan rusak. Apalagi sampai ada korban jiwa akibat jatuh sendiri maupun terjadi kecelakaan dengan truk pengangkut semen,” kata Sulam.

Rusaknya jalan hingga hancur ini karena setiap hari banyak truk besar dengan muatan berat yang melintas di jalan provinsi tersebut. “Sebelum ada truk pengangkut hasil tambang atau semen dari Puger lewat, tidak separah sekarang ini. Kalau jalan yang rusak ini tidak segera dilakukan perbaikan, akan kami lakukan aksi blokade jalan lagi bersama warga,” tegasnya.

Dikatakan, dinas terkait dan kepolisian harus berani menindak truk besar yang mengangkut muatan melebihi tonase. “Jalan ini bukan hanya untuk tronton yang angkut hasil tambang dari Puger, tetapi untuk kendaraan lainnya. Seperti kendaraan pribadi dan pengendara sepeda motor,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga harus tegas untuk meminta ganti rugi kepada PT Imasco karena jalan Rambipuji–Puger rusak. “Kalau perlu, pemerintah minta Imasco agar mengaspal jalan Rambipuji sampai Puger. Kemudian, tegakkan aturan sesuai kapasitas jalan. Berat muatan kendaraan maksimal 8 ton, bukan 40 ton, karena jalan kelas III,” kata Sri Eni.

Kapolsek Balung Iptu Dwi Sugianto mengatakan, aksi yang dilakukan warga ini bentuk protes karena terjadi banyak kecelakaan akibat jalan jurusan Rambipuji ke Puger rusak parah. “Dalam dua pekan saja ada 6 kejadian kecelakaan yang dilaporkan ke polsek. Untuk kecelakaan yang di wilayah Balung tidak sampai ada korban jiwa. Hanya patah tulang dan luka ringan,” katanya.

Kerusakan jalan itu mulai dari perbatasan Desa Kasiyan hingga Rambipuji. Pihaknya sudah memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait perbaikan jalan itu sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Provinsi. “Untuk pengamanan dari pihak polres juga di lokasi. Personel dari polsek juga ikut mengamankan aksi damai tersebut,” ucapnya.

Aksi blokade jalan itu memang sempat membakar ban bekas di tengah jalan. Personel yang ikut mengamankan aksi damai itu dari Tim Alap-Alap Polres Jember. Selain itu, jajaran Polsek Wuluhan, Rambipuji, Puger, dan Balung, juga mengamankan. (jum/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #Imasco