Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Potensi Jember Dilirik Akademisi Jepang Tertarik

Radar Digital • Rabu, 27 November 2024 | 00:57 WIB
KEAKRABAN: Graduate School of Agricultural Engineering Kyoto University Jepang Tanaka berkunjung ke Tanoker Ledokombo, (14/11).
KEAKRABAN: Graduate School of Agricultural Engineering Kyoto University Jepang Tanaka berkunjung ke Tanoker Ledokombo, (14/11).

LEDOKOMBO, Radar Jember – Jember merupakan salah satu kabupaten yang menjadi surga bagi pecinta alam. Hal itu karena ada banyak potensi yang bisa dinikmati keindahannya. Tak hanya pegunungan ataupun pantai. Lahan pertanian yang membentang di Jember ternyata juga menjadi daya tarik sendiri bagi penikmatnya.

Salah satunya yakni Hatsu Tanaka, salah seorang Graduate School of Agricultural Engineering Kyoto University Jepang. Akademisi asal Negeri Matahari Terbit itu sengaja datang ke Jember untuk mengamati ragam potensi yang ada di dalamnya. Khususnya terkait pertanian.

Menurutnya, pertanian di Jember mempunyai potensi besar yang bisa dikembangkan. Bukan terkait produksi nya, melainkan bidang usaha tambahan yang bisa menghasilkan uang tambahan bagi petaninya. “Jika ada program pengalaman dan akomodasi di mana orang dapat belajar tentang produksi tembakau dan kopi, itu akan meningkatkan jumlah wisatawan dan memberi petani pendapatan selain dari bertani,” terangnya ketika berkunjung ke Tanoker Ledokombo, (14/11).

Dia menceritakan, di Jepang ada program wisatawan dapat bermalam di pertanian. Merasakan bagaimana petani bekerja dan menikmati udara segar di area persawahan. Wisata model seperti itu ternyata cukup banyak digemari para masyarakat. Artinya, Jember pun bisa menerapkan juga. Mungkin dengan konsep kearifan lokal di setiap wilayah.

Lebih lanjut, Tanaka mengaku betah tinggal di Jember. Sebab pertama kali dia menginjakkan kaki di Bumi Pandhalungan, Tanaka langsung disambut oleh masyarakat dengan hangat. Khususnya di Tanoker. “Saya belajar pentingnya komunikasi untuk pemberdayaan masyarakat dan juga merasakan koeksistensi alam dan manusia,” imbuhnya.

Sementara itu, mendampingi Tanaka keliling Jember. Kepala Prodi Perencanaan Wilayah Kota (PWK) Unej Nunung Nuring Hayati menjelaskan banyak wilayah di Jember yang pada saat itu dikunjungi. Mulai dari Pantai Payangan, Puslit Kakao dan Kopi hingga Tanoker. “Di Tanoker, itu bukan kami yang merencanakan, tapi Tanaka yang memang tertarik dengan sosial kultur disana,” terangnya.

Bahkan, berbagai pembelajaran dan pengetahuan baru banyak diterima oleh Tanaka.(qal/bud)

Editor : Radar Digital
#Jember #Tanoker Ledokombo