Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Update Pilkada Jember, Soal Gagasan Pembangunan, Hendy dan Fawait sama-sama Inginkan Bangun Tol

Radar Digital • Selasa, 29 Oktober 2024 | 23:39 WIB
Tol Probowangi Kredit Foto: PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS
Tol Probowangi Kredit Foto: PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS

radar jember - Bagi kubu penantang, paslon 02, Muhammad Fawait dan Djoko Susanto, proyeksi pembangunan ke depan harus bersinergi dengan pemerintah di atasnya. "Membangun Jember tidak cukup dengan APBD, kalau hanya pakai APBD, jadinya seperti sekarang. Pengentasan kemiskinan melambat, semua melambat," urainya.

Fawait juga ingin agar Jember ramah untuk investasi. Ia berkeyakinan, kota yang ramah iklim investasinya harus memiliki infrastruktur yang memadai. "Kita akan bangun Jember supaya baik untuk investasi, maka infratruktur harus dibangun. Bandara harus ada, jangan sampai mati seperti sekarang, jamannya Pak Djalal dan Bu Faida (mantan bupati Jember), bandara hidup," sindirnya.

Ia menilai permasalahan lahan Bandara Notohadinegoro Jember yang masih dimiliki PTPN, di bawah BUMN, disebutnya dapat teratasi melalui diplomasi dengan ketua parpolnya yang kini menjabat sebagai Presiden RI.

"Saya pikir tidak ada yang tidak bisa terselesaikan ketika Presidennya pak Prabowo dan bupatinya Gus Fawait, apalagi itu tanah milik BUMN. Lebih susah bernegosiasi dengan privat/masyarakat, dibanding dengan milik pemerintah. Maka secepatnya bandara Jember harus dibuka, flight Jakarta - Jember atau Jakarta - Bali, untuk menarik investasi sektor rill, membuka lapangan pekerjaan, dan menurunkan kemiskinan," janjinya.

Soal kemacetan, Fawait menyebut hal itu lantaran rasio penambahan ruas jalan lebih kecil dibandingkan dengan rasio penambahan  kendaraan. Sehingga, penambahan ruas jalan, bahkan juga tol, menjadi opsi yang memungkinkan untuk digarapnya nanti, jika terpilih.

"Kami akan berusaha untuk jalan tol, sedekat mungkin di Jember, apabila tidak bisa, kalau tol itu memang jauh dari Jember, maka kami harus menambah ruas jalan, kita melakukan pembangunan yang sangat agresif, gandeng kabupaten sebelah, pemerintah provinsi dan pusat," beber Fawait.

Sementara bagi kubu petahana, paslon 01, Hendy Siswanto dan MB. Firjaun Barlaman, menginginkan proyeksi pembangunan itu ada berkelanjutan, dari apa yang sudah dikerjakannya saat ia menjabat bupati aktif.

Hendy berpendapat, periode pemerintahannya bersama Gus Firjaun, baru berjalan tiga tahun, itupun satu tahun dipotong masa pandemi COVID-19. Hal itu turut melatarbelakangi dirinya kembali maju di jilid keduanya ini.

"Kenapa kami nyalon lagi, ibaratnya sholat Maghrib kurang satu rakaat, belum lima tahun. Saya baru kerja tiga tahun, dua tahun dipotong covid satu tahun, tinggal dua tahun saja sudah begini, pertumbuhannya 7 persen. Jadi izin kami teruskan lagi biar lengkap shalat Maghribnya," katanya, mengistilahkan durasi jabatannya seperti ibadah shalat.

Hendy juga menyadari, dalam periodenya yang belum genap lima tahun kemarin, memang ada sejumlah pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan, maupun yang sedang tahap perencanaan.

Satu periode lagi melanjutkan pembangunan yang belum kita kerjakan, salah satunya sekarang Alun-alun, pelabuhan, jalur Jember Outer Ring Road (JORR), JLS, dan tol. Yang akan kita bikin itu program-program besar. Makanya izin kami melanjutkan lagi ke depan, biar nanti pilot-nya ini benar, kalau gak yah belok kiri belok kanan," imbuh Hendy. (mau)

Editor : Radar Digital
#Jember #tol #Hendy Siswanto