Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Masih Ingat Dengan Mantan Sekda Jember Ini Djoewito, Bagaimana Kabarnya? Ternyata Ini Aktivitas Olahraganya Sekarang

Radar Digital • Rabu, 16 Oktober 2024 | 22:16 WIB
GIAT OLAHRAGA: Djoewito, saat jalan santai di lingkungan Universitas Jember. (Gentry Awali Rahma/RADAR JEMBER)
GIAT OLAHRAGA: Djoewito, saat jalan santai di lingkungan Universitas Jember. (Gentry Awali Rahma/RADAR JEMBER)

Radar jember – Nama Djoewito mungkin cukup familiar di lingkungan Pemkab Jember beberapa tahun silam.

Kini, pria yang berusia lebih 70 tahun ini menjalani hidup dengan cukup aktif berolahraga. Ya, Djoewito menjabat sebagai Sekda Jember beberapa tahun silam.

Namun, track rekord minor pernah melilit nama baiknya di Jember. Tahun 2014 silam, bahkan Kejaksaan Negeri Jember menyatakan sekretaris daerah (sekda) Jember, Djoewito, sebagai buronan.

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Jember waktu itu, Eko Cahyono mengatakan, Djuwito ditetapkan sebagai buronan karena jaksa tidak menemukan dia untuk dieksekusi. "Sejak jumat (23 Mei 2014) kemarin, resmi kita buru atau cari untuk dieksekusi," kata Eko, Senin, 26 Mei 2014 sore.

Djoewito dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi tukar guling aset eks tanah Brigif 9 Jember. Sebenarnya, ada 3 orang terdakwa dalam kasus ini. Selain Juwito, juga ada mantan Asisten 1 Pemkab Jember, Hasi Madani, dan mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Sudiyanto.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, mereka divonis bebas. Jaksa kemudian mengajukan kasasi untuk ketiga terdakwa yang berkasnya dikirim secara terpisah.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember, Hambaliyanto saat itu, sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) menerima kasasi dari Jaksa Penuntut Umum atas vonis bebas Pengadilan Negeri Tipikor.

Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara kepada Juwito. Hukuman itu lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum 4 tahun penjara, dengan denda Rp 500 juta, subsider tahanan 8 bulan penjara.

Usai menjalani rangkaian polemik yang menimpanya, kini Djoewito terus melanjutkan kehidupannya di masa tua. Mantan Sekda Jember itu ditemui Jawa Pos Radar Jember, Ketika sedang berolahraga ringan di lingkungan Universitas Jember (Unej).

Dengan menggunakan kemeja warna merah, bertopi, dan celana training, Djoewito dengan semangat jalan kaki olahraga ringan di tengah rindangnya kampus Unej.

Baca Juga: Cerita Para Pemasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Jember Ini, Kalau Malas Beli Solar, Tak Ada Lampu Menyala

Djoewito pun berkeliling lapangan Unej yang berada di depan Perpustakaan itu dengan santai. Meskipun, beberapa waktu lalu di lingkungan Unej sendiri, sempat viral karena warganet protes di sosial media akan pegiat olahraga yang sering berlari di Unej mengganggu sejumlah pengendara. Sebab, dianggap saat berlari, mereka terlalu ke tengah di jalan aspal.

Kini, Pihak Unej pun memberikan himbauan tegas akan pelari yang membandel dan mulai menertibkan. Ditengah-tengah Djoewito olahraga, dirinya pun memberikan komentarnya akan polemik pegiat olahraga di lingkungan Unej.

Dia mengungkapkan bahwa adanya aturan tersebut tentu akan berdampak lebih baik. Djoewito menilai, kecenderungan orang-orang memilih untuk berolahraga di bahu jalan di antaranya karena faktor kenyamanan.

“Kalau seperti saya, dengan umur di atas kepala tujuh, lewat permukaan trotoar yang tidak rata akan rawan jatuh,” ungkapnya.

Meski begitu, Djoewito tetap menekankan pentingnya menaati imbauan yang telah dibuat demi kenyamanan bersama. Selain adanya imbauan, penting untuk melakukan controlling sebagai bentuk tindak lanjut. Juwito menilai, bentuk controlling tersebut masih belum maksimal dilakukan.

“Memang perlu adanya tindakan dari aturan itu. Misalnya, satpam perlu patroli di area sini (lapangan, red) untuk menegur kalau ada yang tidak tertib” lanjutnya.

Dengan tingginya minat masyarakat berolahraga di Unej, Djoewito menyarankan perlunya tempat khusus yang disediakan sebagai tempat berolahraga.

“Saya kira Unej perlu menyediakan lahan untuk merelokasi. Dengan adanya tempat khusus itu, orang-orang juga diharap bisa lebih tertib,” pungkasnya.

 

 

 

Editor : Radar Digital
#Jember #UNEJ