Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Warga Berharap Selesai Sesuai Target, Proyek Break Water di Jember Ini Senilai Rp 33,9 Miliar

Radar Digital • Rabu, 9 Oktober 2024 | 16:07 WIB

TERUS DIBANGUN: Proyek break water (pemecah ombak) di pantai Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu sempat rusak hancur setelah dihantam ombak, Jumat (4/10) malam.(JUMAI/RADAR JEMB
TERUS DIBANGUN: Proyek break water (pemecah ombak) di pantai Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu sempat rusak hancur setelah dihantam ombak, Jumat (4/10) malam.(JUMAI/RADAR JEMB
 

SUMBEREJO, Radar Jember – Ombak besar sempat menghantam banyak jukung dan perahu milik nelayan. Musibah di Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, pada Jumat (4/10) malam itu, juga merusak proyek break water. Pasca itu, alat berat pun dikerahkan di lokasi.

Proyek break water ini sebenarnya tinggal memasang segitiga pengaman dari beton cor. Namun, rusak menjadi tiga bagian karena dihantam ombak. Proyek dengan anggarannya senilai Rp 33,9 miliar dari APBD Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan itu diharapkan tetap dapat dibangun sesuai target. Yakni, 165 hari dihitung sejak tanggal 26 Juni 2024.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, setelah proyek itu rusak, sejumlah alat berat dikerahkan. Itu terpantau untuk meratakan batu di break water yang sempat hancur dihantam ombak.

Wartawan Jawa Pos Radar Jember yang mencoba mendekati lokasi proyek, Minggu 7 Oktober 2024, dilarang mengambil foto oleh operator yang membersihkan batu yang berserakan di sekitar break water. Namun demikian, break water yang rusak dihantam ombak itu sudah viral di media social (medsos).

Bahkan, beberapa pengunjung yang penasaran dengan viralnya video tersebut, juga ada yang sempat mengambil video dan foto. Apalagi, lokasi itu merupakan tempat wisata yang selama ini menjadi serbuan wisatawan. Dengan viralnya kejadian tersebut, pengunjung semakin penasaran untuk datang.

Berdasar keterangan warga, proyek pembangunan break water dan pembangunan dermaga itu tidak melibatkan nelayan setempat yang memahami kondisi ombak di pantai Payangan. Akibatnya, saat dihantam ombak, pada Jumat (4/10) malam, bangunan break water hancur.

Ahmad Khusaeri, 56, nelayan asal Payangan menyebutkan, pembangunan break water itu menjulur dari selatan ke arah utara. Seharusnya, dari timur ke barat ke arah bukit Sarat atau ke bukit Tumpeng. “Ini malah dari arah bukit Suroyo (selatan) ke arah utara bukit Samboja. Sehingga, ketika terjadi ombak besar akan dengan cepat menuju ke utara. Air laut akan memutar kembali dan terjadi pendangkalan,” kata Ahmad Khusaeri.

Menurutnya, selama ini warga yang dilibatkan pembangunan proyek adalah kepala dusun. Sementara, nelayan yang tau kondisi di lokasi tidak dilibatkan. “Banyak nelayan yang tau tentang kondisi ombak tapi tidak dilibatkan,” jelasnya.

Sementara itu, wartawan Jawa Pos Radar Jember sempat mengirim pesan singkat WhatsApp dan menghubungi nomor Hp Kepala Dusun Watu Ulo, Ngadi, karena disebut warga dilibatkan. Namun, tidak ada respon. Kini, proyek itu diharapkan dibangun lagi agar dana Rp 33,9 miliar uang tidak terbuang sia-sia. “Sebenarnya, kondisi ombak yang menghancurkan proyek itu belum seberapa besar,” kata warga setempat. (jum/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #pantai jember