Pemkab Jember Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi Potensi Bencana Megathrust di Pantai Selatan
RADAR JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember tengah berupaya memitigasi potensi bencana gempa bumi dan tsunami megathrust di Pantai Selatan Jawa, yang mencakup wilayah Kabupaten Jember. Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Jember, Imam Hidayat, menjelaskan bahwa terdapat 6 kecamatan dan 12 desa di Jember yang berisiko terdampak bencana ini.
Kecamatan dan desa yang berpotensi terdampak antara lain Desa Andongrejo dan Curahnongko di Kecamatan Tempurejo, Desa Sumberejo dan Ambulu di Kecamatan Ambulu, serta Desa Lojejer di Kecamatan Wuluhan. Selain itu, ada Desa Puger Wetan, Puger Kulon, Mojosari, dan Mojomulyo di Kecamatan Puger. Di Kecamatan Gumukmas, wilayah yang berisiko adalah Desa Kepanjen dan Mayang, sementara di Kecamatan Kencong adalah Desa Paseban.
Imam menyebutkan bahwa di 6 kecamatan tersebut terdapat 157.287 jiwa penduduk, 233 lembaga pendidikan, dan 27 pondok pesantren. Wilayah-wilayah ini berada di pesisir selatan Jember, yang berpotensi terdampak langsung oleh gempa dan tsunami. Selain itu, terdapat pula 21 objek wisata, 5 pasar, dan sekitar 1.755 nelayan yang tinggal di kawasan tersebut.
“Sedangkan Kecamatan Gumukmas, ada Desa Kepanjen dan Mayang. Lalu di Kecamatan Kencong di Desa Paseban,” ujar Pjs Bupati Jember Imam Hidayat, Senin (7/10/2024).
“Serta 21 destinasi wisata, 5 pasar, dan 1.755 orang nelayan,” imbuh Imam.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Pemkab Jember berencana memasang rambu-rambu evakuasi agar warga pesisir dapat segera menyelamatkan diri apabila bencana terjadi. Selain itu, Imam menambahkan bahwa Pemkab akan memasang sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) dan Tsunami Early Warning System (ETWS) di beberapa titik di pesisir selatan Jember.
Pemkab juga berencana membentuk serta memperkuat Desa Tangguh Bencana (Destana), Kecamatan Tangguh Bencana, dan Keluarga Tangguh Bencana di wilayah-wilayah tersebut. Kegiatan lain yang akan dilakukan adalah apel kesiapsiagaan, penyusunan jalur evakuasi, serta reboisasi dan konservasi lingkungan di kawasan pesisir.
Imam juga menyatakan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember akan segera menyusun rencana pelaksanaan, agar seluruh masyarakat dapat terlibat dalam mengurangi risiko dampak bencana megathrust. Selain itu, masyarakat diharapkan terbiasa mengikuti simulasi evakuasi agar siap menghadapi bencana kapan pun terjadi.
Editor : Radar Digital