SUMBEREJO, Radar Jember - Ombak besar yang terjadi pada Jumat (4/10) malam bukan hanya merusak puluhan jukung dan perahu yang ada di tepi pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Ambulu.
Kerusakan akibat hantaman gelombang besar itu mengakibatkan puluhan jukung dan peharu milik nelayan asal Payangan, Desa Sumberejo, Ambulu rusak parah. Bahkan ada jukung hingga pecah jadi dua bagian.
Hal itu terlihat video yang beredar di media sosial. Jukung nelayan terparkir di pantai Papuma mengalami kerusakan yang cukup parah.
Puluhan perahu itu memang disandar di tepi pantai Papuma. Sebab, bila di parkir pada muara sungai Kalimayang, Watu Ulo, nelayan cukup kesusahan bila hendak berangkat melaut.
“Akhirnya nelayan yang memiliki perahu diparkir di Pantai Papuma," kata Samsul, warga Payangan, Ambulu.
Demikian juga nelayan yang tidak memarkir jukungnya di pantai Papuma, hanya memarkir jukungnya di sekitaran tempat proyek pembangunan break water. Tetapi naas, imbas gelombang tinggi juga menimpa jukung milik Jahuri,warga Payangan, Desa Sumberejo juga jadi korban.
Jukung yang biasa diparkir di sekitaran gunung suroyo rusak akibat dihantam gelombang. Pemilik baru berhasil memindahkan pagi hari Minggu (6/10) pagi. Kondisi jukung mengalami kerusakan pada bagian-bagian tertentu.
Sehingga terpaksa jukung yang masih lengkap dengan bahan bakan minyak BBM dalam jurigen itu harus di evakuasi ke atas daratan.(jum/bud)
Editor : Radar Digital