CURAHTAKIR, Radar Jember - Masih ada saja beberapa bangunan milik sekolah negeri di Jember yang mengalami kerusakan. Hal tersebut dikarenakan sejumlah faktor. Antara lain usia bangunan sekolah ataupun faktor material. Seperti contohnya di SDN Curahtakir 03, Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo. Bangunan yang dibilang belum juga lama mendapat renovasi itu kini sudah rusak kembali.
Hampir seluruh ruangan kelas mengalami kerusakan, terutama ruang kelas 1, 2 dan 3. Ruang kelas 1 praktis tidak bisa ditempati karena tembok retak dan eternet atau plafon atas ruangan yang ambruk.
Demikian juga dengan pintu karena bagian kusen kayunya sudah dimakan rayap. Pintu yang menghubungkan antara ruang kelas 1, 2 dan 3 sudah tidak ada pintunya. Beruntung jumlah siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 ada sekitar 60 diswa. Sehingga satu ruangan bisa ditempati dua kelas.
Sehingga satu kelas tersebut bisa ditempati dua kelas karena siswanya tak banyak.
“Memasuki musim penghujan teras depan depan ruang kelas 2 dan 3 ya bocor, karena asbes banyak yang pecah,” kata Hardian, salah satu guru di SDN Curahtakir 03.
"Yang tidak bisa ditempati ruangan kelas 1 karena bocor dan eternet atau plafonnya ambrol. Temboknya retak sehingga terpaksa dikosongi. Karena takut kalau sewaktu-waktu ada hujan dan angin ambruk," katanya. (jum/bud)