JEMBER LOR, Radar Jember - Masjid Agung Jami Al-Baitul Amien Jember masuk dalam nominasi tiga besar masjid percontohan daerah secara nasional. Kanwil Kemenag telah melakukan visitasi dan menganggap masjid tersebut layak sebagai percontohan mewakili Jatim.
Wakil Sekretaris Yayasan Al Baitul Amien, Sholahudin Alayubi mengatakan, masjid yang tercatat pada dokumen Pemerintah Belanda berdiri di atas tanah eigendom verponding tertanggal 1894 itu akan mendapatkan anugerah masjid percontohan dan ramah (Ampera) 2024 dan International Symposium on Innovative Masjid (ISIM) 2024. Penghargaan ini akan diberikan pada 1 Oktober mendatang di Jakarta. Baik bangunan lama maupun baru.
Dijelaskan, masjid tersebut memiliki nilai sejarah tersendiri bagi masyarakat Jember. Dari segi bangunannya pun, memiliki banyak makna filosofis. Selain kegiatan-kegiatan ibadah dan keagamaan, Masjid Agung Jami Al-Baitul Amien biasanya menggelar berbagai kegiatan filantropi dan pemberdayaan ekonomi.
Setiap bulan dua kali, masjid yang berkapasitas lebih dari sepuluh ribu jemaah itu memberikan sejumlah bantuan kepada fakir, miskin, dhuafa, dan janda sebatangkara melalui lembaga amil zakat, infak, dan sedekah. "Kegiatan peduli janda ini kami secara bergantian memberikan bantuan berupa sembako dan juga pemberdayaan ekonomi dalam bentuk permodalan (usaha) serta pendampingan langsung untuk kemajuan usahanya," terangnya.
Secara rutin, pengajian juga dilaksanakan dengan melibatkan 400 guru dan seluruh karyawan yayasan. Di samping itu, masjid memberikan beasiswa kepada puluhan siswa di Jember. Begitupun beasiswa untuk mahasiswa di Jember.
Udin menyampaikan, masjid yang berada di sekitar Alun-Alun Jember itu terbuka untuk semua kalangan termasuk nonmuslim. Biasanya, juga menjadi tempat jujugan bagi lintas agama untuk mendapatkan edukasi mengenai masjid. "Misi masjid Agung Jami Al-Baitul Amien adalah membawa islam Rahmatan lil alamin, bisa diterima orang-orang yang berbeda keyakinan," terangnya. (sil/nur)
Editor : Radar Digital