Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

UPDATE KEBAKARAN JEMBER - Selidiki Kebakaran 22 Gudang, Tim Inafis Turun

Radar Digital • Selasa, 24 September 2024 | 20:47 WIB
LAKUKAN PENYELIDIKAN: Tim Inafis Polres Jember datang ke lokasi kebakaran 22 gudang di Desa Bagon, Kecamatan Puger, Senin (23/9). (JUMAI/RJ)
LAKUKAN PENYELIDIKAN: Tim Inafis Polres Jember datang ke lokasi kebakaran 22 gudang di Desa Bagon, Kecamatan Puger, Senin (23/9). (JUMAI/RJ)

SEMENTARA itu, untuk mengetahui penyebab kebakaran 22 gudang, Satreskrim Polsek Puger berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Jember.

Di lokasi, Tim Inafis langsung memasang garis polisi (police line).

Selanjutnya, anggota langsung menuju gudang pertama yang terbakar, yakni milik Asiz, 35, di sisi paling barat.

Di lokasi pertama itu, langsung menuju lokasi gudang yang terbuat dari bahan bambu dan beratap welit.

Beberapa menit kemudian Tim Inafis mengambil sampel bekas kebakaran.

Selanjutnya, menuju beberapa gudang di sisi timur yang terbakar. Hingga berita ini ditulis, belum dipastikan apa penyebab kebakaran 22 gudang tersebut.

Sebelumnya, Kebakaran hebat terjadi di Dusun Krajan dan Dusun Kedung Sumur, Desa Bagon, Kecamatan Puger, Senin (23/9). Insiden itu terjadi sejak pukul 11.00. Dua jam setelahnya, sebanyak 22 gudang tembakau milik 19 warga ludes terbakar dan rata dengan tanah.

Amukan si jago merah itu terjadi saat di pergudangan tidak ada aktivitas alias kosong, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian warga ditaksir mencapai Rp 2,2 miliar.

Dugaan sementara, api kali pertama membakar gudang milik Pak Asiz, 35, warga Dusun Kedung Sumur. Api diketahui membakar bagian utara dan atap welit. Api terus membesar hingga merembet ke gudang lainnya.

Menurut Pak Nurul, 40, saat kejadian angin berembus cukup kencang dari selatan. Api terus merembet ke gudang lain yang rata-rata terbuat dari atap spandek dengan rangka bambu dan galvalum. “Termasuk gudang saya kena imbas karena mepet lokasinya,” katanya di lokasi gudang yang juga terbakar.

Selain 22 gudang yang terbakar, ada tiga rumah warga yang terimbas. Tiga rumah itu lokasinya berdekatan dengan gudang. Beruntung, warga setempat tanggap. Sebelum mobil damkar tiba di lokasi, warga memadamkan api di rumah warga dengan mesin pompa air.

Kepala Desa Bagon, Kecamatan Puger, Ahmad Kholili, menyampaikan, saat dirinya tiba di lokasi, dia meminta warga agar menyelamatkan rumah. "Saya hanya perintahkan kepada warga agar menyelamatkan rumahnya dulu. Sehingga barang-barang dalam rumah diselamatkan terlebih dulu. Jarak rumah dengan gudang yang terbakar itu sangat dekat," ucapnya.

Kholili menyebut, saat di lokasi pihaknya juga menghubungi Posko Damkar Ambulu. Tak lama setelah itu, dua unit mobil damkar tiba di lokasi. Tetapi 22 gudang yang terbakar itu sudah habis dalam kurun waktu dua jam. Akibat kejadian tersebut kerugian dari total 22 gudang ditaksir mencapai Rp 2,2 miliar lebih.

Pihaknya berharap, dengan terjadinya kebakaran gudang itu, ke depan ada posko damkar di Kecamatan Puger. Ini karena banyak petani yang memiliki gudang pengeringan tembakau. Selain itu, di wilayah Puger juga disebut sering terjadi kebakaran. "Ya, kalau bisa di wilayah Puger ini ada posko damkar," kata Kholili.

Sementara itu, 22 gudang yang terbakar itu adalah milik para korban yang berasal dari Dusun Kedung Sumur dan Dusun Krajan. Gudang itu disiapkan untuk tembakau yang saat ini berumur 40 harian. (jum/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember