Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

UNIK, Balap Dokar di Jember, Lestarikan Kendaraan Masa Lampau, SEPERTI APA LOMBANYA?

Radar Digital • Selasa, 27 Agustus 2024 | 15:00 WIB

KEREN: Aduan dokar pada kejuaraan Pacuan Kuda Bupati Cup Jember di Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, menyedot perhatian ribuan orang.(M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
KEREN: Aduan dokar pada kejuaraan Pacuan Kuda Bupati Cup Jember di Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, menyedot perhatian ribuan orang.(M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
 

TANGGUL WETAN, Radar Jember - Kejuaraan Pacuan Kuda Bupati Cup menyedot perhatian ribuan orang di Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul.

Salah satu yang ditunggu-tunggu yakni adu cepat atau balap dokar.

Event itu diikuti setidaknya oleh 80 ekor kuda yang berasal dari berbagai kota/kabupaten se-Jawa Timur (Jatim). Lomba itu dihelat untuk melestarikan tradisi lama, yaitu melestarikan kendaraan kuno yang sepenuhnya menggunakan tenaga kuda.

Pada momen itu, banyak orang yang berteriak memberikan semangat kepada peserta.

Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jember Heru Sujono mengatakan, memang yang menjadi fokus pada kejuaraan ini lebih kepada pacuan kuda.

Sebagai salah satu upaya pengurus Pordasi Jember untuk melakukan penjaringan atlet persiapan kejuaraan di tingkat selanjutnya, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025 mendatang.

Namun, karena di Jatim dokar cukup populer bahkan sejak zaman kerajaan, pihaknya tak ingin meninggalkan tradisi lama itu. justru memberi wadah kepada pemilik dan pemelihara kuda dokar.

“Aduan dokar cukup menyorot perhatian penonton, karena seru, lucu, dan membuat suasana tidak tegang,” jelasnya.

Balap dokar itu juga terdapat event kejuaraan di tingkat regional hingga nasional. Namun, ditujukan untuk pelestarian budaya saja. Supaya dokar masih dikenal oleh semua kalangan masyarakat.

“Apalagi di Jatim dokar ini kan sudah populer sejak masa kerajaan,” imbuhnya.

Disebutnya, dalam balap dokar dibutuhkan keterampilan yang lebih, baik kusir maupun kudanya.

“Karena yang menjadi penilaian tidak hanya kecepatan. Namun, presisi antara lari kuda dengan gerobak dokar yang ditarik,” ucapnya.

Tak hanya itu, bahkan komposisi gerobak pun cukup memengaruhi kemenangan.

Terutama kecepatan lari kuda, mulai dari berat kayu atau besi yang digunakan, putaran rodanya, hinga bobot penumpang beserta delmannya.

Dengan itu, ia berharap dokar terus dilestarikan, meski bukan lagi menjadi kendaraan utama dalam keseharian.

Namun, setidaknya masih ada di setiap sudut kota, tempat wisata, hingga di setiap desa. (dhi/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #Dokar