Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Warisan Kerajaan Majapahit di Jember? Begini Sejarah Panjang dan Kisah Menarik di Balik Situs Beteng Semboro,

Radar Digital • Selasa, 27 Agustus 2024 | 01:44 WIB
DOK RADAR JEMBER
DOK RADAR JEMBER

 

Radar Jember - Situs Beteng Semboro adalah salah satu peninggalan sejarah yang menarik di Jember, terletak di Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro. Situs ini punya cerita panjang yang berawal dari zaman Kerajaan Majapahit.

Konon katanya, tempat ini dibangun oleh Raja Brawijaya V sebagai benteng pertahanan ketika ia berusaha melarikan diri dari kejaran Raden Fatah, keturunannya sendiri.

Cerita ini jadi gambaran bagaimana Raja Brawijaya V yang terdesak memilih untuk berlindung di daerah selatan Jawa, tepatnya di Jember, dan mendirikan sebuah benteng yang sekarang dikenal sebagai Beteng Semboro.

Situs ini pertama kali ditemukan pada tahun 1939 oleh seorang warga yang sedang mencari kayu bakar.

Penemuan ini cukup mengejutkan, mengingat yang ditemukan adalah hamparan tanah seluas lima hektar dengan puing-puing bangunan yang sebagian besar terbuat dari batu bata berukuran besar, khas bangunan dari zaman kerajaan.

Selain itu, berbagai artefak seperti batu dakon, keramik, dan mata uang kepeng juga ditemukan, menambah kekayaan sejarah dari situs ini.

Yang menarik dari Situs Beteng Semboro adalah adanya sebuah sumur yang konon tidak pernah kering, bahkan saat musim kemarau panjang sekalipun.

Sumur ini dipercaya memiliki nilai mistis dan sering digunakan oleh masyarakat setempat untuk bertapa.

Di sekitar situs ini juga masih sering digelar pertunjukan wayang, menambah suasana sakral dan kultural dari tempat ini.

Meski situs ini memiliki nilai sejarah yang tinggi, sayangnya, perawatan terhadap Beteng Semboro masih kurang memadai. Usia bangunan yang sudah tua, ditambah dengan minimnya perhatian dari pemerintah daerah, membuat situs ini tidak terurus dengan baik.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Abdul Gani, sang juru kunci situs, yang berharap ada lebih banyak dukungan untuk merawat peninggalan berharga ini.

Pada tahun 2018, langkah signifikan diambil oleh pemerintah daerah.

Beteng Semboro resmi dijadikan sebagai Wisata Desa Sidomekar, dengan tujuan utama untuk mengembangkan potensi pariwisata dan edukasi di daerah tersebut.

Dengan pengembangan ini, diharapkan situs ini bisa menjadi destinasi wisata yang menarik, sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (APBD) Jember.

Situs Beteng Semboro bukan hanya sekadar tempat bersejarah, tetapi juga menjadi saksi bisu dari cerita masa lalu yang kaya akan nilai budaya dan sejarah.

Berkunjung ke sini bukan hanya mendapatkan pengalaman visual yang unik, tetapi juga menambah wawasan tentang sejarah panjang Jember dan peran pentingnya dalam perjalanan sejarah Jawa Timur.

 

Editor : Radar Digital
#Jember #Sejarah Jember #kerajaan majapahit