Radar Jember – Diselenggarakannya event Festival Ekonomi Syariah x Holistic Coffee Expo 2024 yang berlangsung pada 24-25 Agustus 2024, diselenggarakan di Lippo Plaza Jember.
Event ini juga menyelenggarakan talkshow dengan tema "Mendorong Inovasi ZISWAF sebagai Model Pemberdayaan Ekonomi Produktif di Era Digital", yang dihadiri oleh empat pembicara, yakni Dr. H. Ahmad Tholabi, M.HI., Dr. KH. Husnul Khuluq, MM., Rozikin, S.E.I., M.S.I., dan Teuku Wisnu. Diskusi ini akan mengupas bagaimana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf) dapat dioptimalkan untuk pemberdayaan ekonomi produktif di era digital.
Inovasi ZISWAF dalam era digital hadir untuk membantu sumbangan atau donasi dalam Islam. ZISWAF memiliki peran yang signifikan dalam ranah ekonomi syariah, termasuk pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini, proses digital dianggap sangat perlu untuk mempermudah proses ZISWAF.
Amil zakat adalah salah satu lembaga yang mendistribusikan ZISWAF. Saat ini, di Jember sudah terdapat 10 lembaga amil zakat dan sekitar 170 amil zakat di seluruh Indonesia.
"Keberadaan amil zakat di Kabupaten Jember ada 10. Kementerian Agama RI memberikan izin operasional kepada sekitar 170 lembaga amil zakat di seluruh Indonesia," papar Dr. H. Ahmad Tholabi, M.HI., selaku Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Jember.
Namun, bukan hanya sebagai penyalur zakat, keberadaan amil zakat juga memberi bantuan kepada fakir miskin, berupa pendampingan dan pelatihan untuk mensejahterakan masyarakat. Sertifikasi halal dan sertifikasi kualitas packaging akan membuat UMKM bersaing dengan tujuan untuk saling berkembang.
"Potensi zakat yang ada di Jawa Timur cukup tinggi, sedangkan realisasi sangat rendah," papar Dr. KH. Husnul Khuluq, MM., selaku Ketua Baznas Jawa Timur. Beliau memaparkan bahwa zakat belum bisa dioptimalkan dan dimaksimalkan. Kendala utamanya adalah sumber daya manusia, kurangnya regulasi, serta masalah teknologi dan tata kelola, seperti kurangnya keterbukaan.
Era digital membuka peluang bagi masyarakat untuk memudahkan penyaluran dan pemanfaatan ZISWAF. Salah satunya adalah pembayaran digital yang saat ini mudah diakses, seperti QRIS dan sistem pembayaran lainnya.
Sesi ini akan menjadi platform bagi para ahli dan praktisi untuk berbagi wawasan dan strategi dalam memanfaatkan ZISWAF dan mengoptimalkan digital untuk mencapai sistem ZISWAF yang lebih baik. (mgm3/bud)
Editor : Radar Digital