Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

VIRAL di Jember, Welcome to Land of Dawn Dunia Nyata yang Ada di Jember, SEPERTI APA BENTUKNYA?

Radar Digital • Senin, 15 Juli 2024 | 22:14 WIB

YULIO FA/RADAR JEMBER  KEREN BANGET: Gumuk Pecah di Desa Karang Duren, Kecamatan Balung ini terus dikenal banyak orang karena mirip arena pertarungan game Mobile Legends.
YULIO FA/RADAR JEMBER KEREN BANGET: Gumuk Pecah di Desa Karang Duren, Kecamatan Balung ini terus dikenal banyak orang karena mirip arena pertarungan game Mobile Legends.
  

Belakangan, jagat dunia maya ramai dengan viralnya situs yang menyerupai Land of Dawn dalam arena pertarungan game Mobile Legends. Situs tersebut bernama Gumuk Pecah, sebuah atraksi wisata yang merupakan perpaduan dari rest area, kolam pemancingan hingga pemakaman.

Oleh karenanya, Gumuk Pecah tak sekedar menjadi tempat pelepas penat bagi para penghobi memancing, dan tak sekedar menjadi pelepas lelah bagi pengendara yang melintas, namun juga mampu menjadi penghapus rasa sedih bagi pengunjung usai berziarah.

Selain bentuknya yang menyerupai arena pertandingan Mobile legends, Jawa Pos Radar Jember berhasil menemukan hal keunikan lain dari situs ini. Apabila dilihat dari sudut dan ketinggian tertentu menggunakan drone, danau di Gumuk Pecah akan tampak seperti halnya hati yang terbelah. Menjadikannya pemandangan yang indah sekaligus unik, apalagi masih belum banyak orang yang mengetahuinya.

Pagi maupun sore merupakan waktu yang cocok untuk mengunjungi situs yang dikelilingi hamparan persawahan tersebut. Disarankan datang pagi hari apabila anda ingin mencari ketenangan dan jauh dari keramaian. Anda akan diselimuti kesejukan embun pagi, ditemani suara kicauan burung dan percikan air dari ikan-ikan di danau. Suasana yang mampu menyihir siapa pun untuk merasa rileks.

Selain suasananya yang sejuk, pengunjung juga dapat menikmati berbagai pilihan menu makanan yang enak dengan harga terjangkau. Mulai dari nasi pecel, lalapan, hingga ayam krispi bisa didapatkan dengan harga terjangkau.

Pengelola tempat wisata, Ariyo, mengatakan, apabila pengunjung ingin merasakan asyiknya memancing, maka disarankan untuk berkunjung sore hari. Sebab, akan ramai warga dari berbagai daerah berdatangan untuk sekadar memancing sebagai cara melepas penat. “Bahkan ada orang Puger yang mancingnya di sini,” sebut bapak empat anak itu.

Penting diketahui, dulunya Gumuk Pecah merupakan sebuah bukit tinggi yang terdiri atas batu dan pasir. Tahun 60-an masyarakat mulai menambang bukit tersebut dan menyisakan bongkahan batu besar dan lubang yang kini menjadi danau. Sementara di tengah Gumuk Pecah, ada jalan yang bisa dilewati. Ini menambah keunikannya sehingga dikenal sebagai arena Mobile Legends dunia nyata.

Ariyo menceritakan, pada awal 2000-an tak ada warga yang berani mendekati area tersebut, apalagi saat malam tiba. Sebab, saat itu Gumuk Pecah ditumbuhi pohon dan rerumputan dan cukup menyeramkan. Ditambah lagi, di sekitar lokasi ada pemakaman. “Saat itu sampai muncul pengakuan-pengakuan masyarakat yang pernah melihat makhluk halus,” jelasnya.

Akan tetapi, pada tahun 2017, Kepala Desa Karang Duren saat itu, Nur Kholik, melihat potensi yang dimiliki Gumuk Pecah sehingga meminta warga untuk mengelolanya. Setidaknya ada 10 warga berjibaku selama 15 hari membersihkan pohon dan rerumputan, termasuk mengerahkan alat berat untuk membangun jalan yang memecah danau, itulah asal usul mengapa tempat tersebut diberi nama Gumuk Pecah. “Jadi air danau ini, sumbernya dari bawah. Saat kemarau panjang, gak pernah kering,” tutup Ariyo. (yul/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #watu pecah #gunung watu pecah