JEMBER, RADARJEMBER.ID - Pengunjung pantai Payangan, di Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Tempurejo, Jember seharusnya tidak harus mandi di bibir pantai.
Padahal ganasnya ombak di pantai Payangan itu sering memakan korban jiwa.
Terakhir pengunjung bernama Saini Abdul Karim, 78, warga Dusun Krajan, RT.004/ RW.005, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Jember dihantam ombak di sisi barat gunung Sruni pantai Payangan pada Minggu (2/6/2024).
Hari Raya Idul Adha 1445 H pengunjung yang datang ke pantai Payangan yang tanpa dipungut tiket masuk itu cukup membludak.
Sejak pagi pengunjung mulai berdatangan, karena pengunjung hanya cukup membayar uang parkir untuk kendaraan roda 2 dan 4 saja.
Sehingga setiap momen liburan, baik libur hari minggu, hari raya dan tahun baru selalu diserbu pengunjung. Seperti Isal, 20, warga Dusun Gumuksegawe, Desa Panca Karya, Kecamatan Ajung, dirinya selalu datang ke Payangan.
Ia datang bersama temannya setiap liburan.
"Saya setiap liburan Hari Raya selalu ke Payangan. Karena selain gratis tempatnya enak. Cukup bayar parkir Rp 5 ribu untuk satu sepeda motor," katanya.
"Tapi saya hanya duduk dipinggir saja sambil melihat pengunjung lain yang mandi," pungkasnya.
AKP Tanto Kapolsek Ambulu mengatakan, pihaknya sudah sering memberikan himbauan. Baik dengan memasang spanduk banner tulisan "Dilarang Mandi". Tetapi pengunjung tetap saja mandi.
"Bukan hanya himbauan, tetapi pemilik warung dan relawan juga sering menghimbau. Salah satunya mendatangi pengunjung yang mandinya hingga ketengah," kata Tanto.
"Karena pantai itu bukan untuk mandi, tetapi datang ke pantai itu seharusnya menikmati indahnya pantai atau saat ombak datang," imbuhnya.
"Karena dua pekan lalu, pantai payangan juga memakan korban. Apalagi mandinya disekitar gunung seruni yang sudah sering makan korban jiwa," pungkas mantan Kapolsek Silo itu.(jum/bud).
Editor : Radar Digital