JEMBER KIDUL, Radar Jember – Demi mengurangi limbah minyak jelantah, Pemerintah Kelurahan Jember Kidul bersedia membeli minyak tersebut yang sudah dipakai oleh warganya. Soal harga, disepakati bersama Rp 2.500 per satu liter minyak jelantah.
Lurah Jember Kidul Mochammad Harsono mengatakan, limbah tersebut merupakan sisa aktivitas dapur rumah tangga dan usaha kecil masyarakat setempat. Limbah itu akan dimanfaatkan kembali. “Kami tukar minyak curah tersebut dengan nominal harga yang disepakati,” jelasnya.
Pihaknya menyebut, selama ini minyak curah menjadi salah satu limbah terbanyak yang mencemari sungai di wilayahnya. “Tentu jika dibiarkan akan merusak lingkungan,” imbuhnya.
Selain mencemari lingkungan, minyak jelantah merupakan limbah yang berbahaya bagi kesehatan, sehingga tidak dianjurkan untuk digunakan kembali. “Agar lebih bermanfaat dan bisa menjadi penghasilan warga, kami siap memborongnya dengan kesepakatan harga dan sesuai pasaran,” paparnya.
Lebih lanjut, dengan program yang akan dilangsungkan hingga 16 Agustus, diharapkan tidak lagi ada limbah minyak curah pada lingkungan di wilayahnya. Sehingga kawasan tersebut lebih terlihat asri, dan sumber alamnya bisa bermanfaat secara optimal.
Terpisah, Hisyam, warga setempat, mengatakan bahwa program tersebut menjadi jawaban dari persoalan limbah minyak curah yang cukup meresahkan. “Tak hanya di kumpulkan, tapi dijual menjadi pundi-pundi uang, dan bisa menjadi penghasilan,” akunya.
Dia berharap agar program ini bisa menjadi percontohan di berbagai desa dan kelurahan di Jember. Selain untuk melindungi alam, juga untuk memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang menguntungkan. (dhi/c2/nur)
Editor : Radar Digital