Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cerita Pelukis Jember Ahmad Khoiriji yang Hidup dari Melukis, Puas Bisa Terus Melukis dan Punya Galeri

Radar Digital • Jumat, 15 Maret 2024 | 03:05 WIB
SANTAI: Ahmad Khoiriji melukis bunga di kanvas saat mengikuti Expo JOGed di BSG Jember, pekan lalu.(YULIO FARUQ/RADAR JEMBER)
SANTAI: Ahmad Khoiriji melukis bunga di kanvas saat mengikuti Expo JOGed di BSG Jember, pekan lalu.(YULIO FARUQ/RADAR JEMBER)

Pelukis Jember ini memiliki studio dan galeri lukis sendiri.

Berbagai jenis karya lukisnya dipajang dan bisa dibeli.

Usahanya semakin melebar bahkan saat pandemi.

MEGA SILVIA, Kebonsari, Radar Jember

HAMPIR seluruh hidupnya dihabiskan dengan melukis. Tepatnya sejak 2001, Ahmad Khoiriji mulai eksis menjadi seorang pelukis.

Namanya mulai mencuat ke publik sebagai seorang seniman profesional.

Pria berusia 43 tahun itu bisa disebut beruntung. Ratusan karya lukisnya sudah memiliki rumah sebagai ruang koleksi yang bisa dibeli.

Ubud Art Gallery, begitu Khoiriji menamai galeri lukisnya, 16 tahun lalu. "Di sana saya menjual lukisan dan pigura buatan sendiri," katanya.

Setiap hari waktunya diisi dengan kegiatan melukis.

Berbagai skill aliran lukis sudah dimiliki. Realis, impresionis, kubisme, surealisme, abstrak, kaligrafi, hingga naif. Ada studio lukis di galerinya. Dari sanalah, karya-karyanya tercipta.

"Saya juga menjual lukisan karya pelukis lain," imbuh ayah anak tiga itu.

Dia merupakan salah satu peserta Expo Jember Obral Gede (JOGed) yang sampai sekarang masih memberlakukan diskon 10 hingga 20 persen.

Selain memboyong sejumlah karya lukisnya, dia juga melukis on the spot di stan.

Membawa kanvas-kanvas kosong dan seperangkat alat lukis lain.

Galeri yang berlokasi di Lingkungan Krajan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, menjadi tempat Khoiriji mendulang pundi-pundi rupiah.

Hidupnya dari melukis. Sejak kecil, saat di pesantren di Pulau Madura, dia mulai dikenalkan dengan seni lukis.

Hingga usia 22 tahun, dia mulai tampil dan eksis menjadi pelukis.

Sebagai seniman profesional, terkadang ada saja yang memesan lukisan. Khoiriji memang menerima lukisan custom sesuai permintaan konsumen.

Soal harga, kata dia, tak terlalu mahal. Masih bisa disesuaikan dengan bujet, sesuai dengan jenis dan besarnya.

Suksesnya menjadi seorang pelukis pun bisa dilihat dari galerinya yang semakin besar.

Jika saat pandemi melanda banyak usaha oleng, hal itu tak berlaku untuk dirinya. Konsumennya semakin bertambah.

Sampai bisa merenovasi galeri hingga dua lantai. (c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #Features #seni budaya