Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kirab Ogoh-ogoh Warnai Perayaan Nyepi Umat Hindu di Umbulsari Jember

Radar Digital • Senin, 11 Maret 2024 | 22:36 WIB

SEMARAK: Kirab Ogoh-ogoh Umat Hindu Desa Sukoreno Umbulsari, Minggu malam (10/3).
SEMARAK: Kirab Ogoh-ogoh Umat Hindu Desa Sukoreno Umbulsari, Minggu malam (10/3).

UMBULSARI, Radar Jember - Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1946 yang jatuh pada Senin 11 Maret 2024, berlangsung khidmat dan semarak, dirayakan oleh para Umat Hindu dan masyarakat, di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari, Jember.

Rangkaian perayaan Nyepi ini sejak awal dimulai dengan upacara Melasti di Paseban Kencong Jember, hingga Tawur Agung Kesanga, pekan lalu (3/3).

Kemudian, diadakan kirab enam Ogoh-ogoh, pada Minggu malam (10/3) kemarin yang diikuti oleh berbagai umat Hindu. Tak hanya dari Kabupaten Jember, namun juga diikuti oleh umat Hindu dari Pulau Dewata, Bali.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Umbulsari, Wahyu Widodo, mengatakan kirab Ogoh-ogoh kali ini ada enam ogoh-ogoh yang diikutsertakan dan berlanjut hingga pengerupukan di pure, sebagai puncak dari kegiatan dan sambut hari raya Nyepi.

Meski berbarengan dengan Umat Muslim yang akan memasuki Bulan Ramadhan, namun kedua agenda keagamaan ini tetap berjalan guyub dan rukun. "Ini bentuk Indonesia mini dan kolaborasi keagamaan tetap terjaga dengan baik," kata Wahyu, disela-sela kegiatan kirab ogoh-ogoh, (10/3).

Perayaan Ogoh-ogoh di Sukoreno kali ini sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya. Sangat ramai dan meriah. Antusias masyarakat menyaksikan momen setahun sekali itu cukup besar, demi melihat kirab sepanjang sekitar 5 kilometer tersebut.

Tak hanya masyarakat dan umat Hindu, ratusan pedagang juga ambil bagian dalam kirab kebudayaan Umat Hindu tersebut.

Camat Umbulsari Jember Ronny Arvianto menilai, kirab Ogoh-ogoh di Sukoreno Umbulsari itu dapat menjadi kegiatan bertaraf internasional, sehingga perlu terus disupport dan dipertahankan. "Karena kegiatan ini (Ogoh-ogoh) selain untuk destinasi wisata, juga dapat menggeliatkan perekonomian masyarakat," imbuh dia. (mau/bud)

Editor : Radar Digital
#Jember #ogoh ogoh