Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Banyak Warung Bermunculan, Pohon Pohon Dipangkas di Jalan Besini Puger Jember

Radar Digital • Rabu, 20 September 2023 | 00:25 WIB
MALAH DIMANFAATKAN PKL: Pemerintahan Desa (Pemdes) Puger Kulon, kecamatan Puger terpaksa harus memotong pohon peneduh karena dimanfaatkan warga untuk mendirikan warung-warung . (Jumai/ Radar Jember)
MALAH DIMANFAATKAN PKL: Pemerintahan Desa (Pemdes) Puger Kulon, kecamatan Puger terpaksa harus memotong pohon peneduh karena dimanfaatkan warga untuk mendirikan warung-warung . (Jumai/ Radar Jember)

JEMBER,RADARJEMBER.ID – Puluhan pohon peneduh yang ditanam disepanjang jalan menuju pancer oleh perangkat Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember akhirnya dipotong. Hal ini karena pohon sudah besar dan rawan roboh.

 

Tetapi, usai dipotong, malah banyak warung-warung bermunculan. Puluhan warung itu bermunculan diatas plengsengan sungai Besini, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember.

 

Padahal berdirinya warung  diatas plengsengan itu juga rawan terjadinya ambrol. Dengan berdirinya banyak warung dari bahan bambu beratap asbes, jalan yang sebelumnya lebar kini menjadi sempit kembali.

 

Padahal untuk proses pelebaran jalan di sekitar tambak itu butuh waktu cukup lama. “Setelah dilebarkan, disepanjang jalan itu kita tanami pohon berbagai jenis, kita kerahkan seluruh perangkat desa untuk melakukan penanaman pohon.  Tetapi setelah jalan itu teduh atau mulai rindang, malah warga mendirikan warung,” kata Nur Hasan Kepala Desa Puger Kulon kepada Jawa Pos radar Jember.

 

“Itu semua dilakukan oleh perangkat desa yang melakukan penanaman agar jalan itu tidak panas. Ternyata setelah pohon mulai tinggi dan rindang bukan malah bagus, namun terlihat kumuh dengan munculnya warung-warung yang dibangun diatas plengsengan,” lanjutnya.

 

Terlebih menurutnya, Pemilik warung ketika hendak mendrikan tidak ijin atau memberitahu ke pihak desa. 

 

“Untuk pohon yang dipinggir plengsengan memang kita potong hingga bawah. Tetapi tidak semuanya. Karena perangkat desa yang tanam pohon itu memang kepentingannya jalan yang menuju pancer itu agar teduh. Namun, sekaranag justru dimanfaatkan warga untuk mendirikan warung. Bahkan satu orang sampai membuat gazebo hingga 7,” tutupnya. (jum/bud)

Editor : Radar Digital
#Jember #puger #besini