Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Buntut Kesepakatan Ketenagakerjaan yang Tak Kunjung Dijalankan, Pekerja WCT Ancam Duduki Disnaker Jember

Radar Digital • Kamis, 7 September 2023 | 17:40 WIB

 

NASIB PUTRA DAERAH: Massa aksi yang mayoritas merupakan pekerja Pt Wijaya Cahaya Timber (WCT) aksi di depan Disnaker Jember, karena hasil pertemuan sebelumnya tak kunjung dilakukan.
NASIB PUTRA DAERAH: Massa aksi yang mayoritas merupakan pekerja Pt Wijaya Cahaya Timber (WCT) aksi di depan Disnaker Jember, karena hasil pertemuan sebelumnya tak kunjung dilakukan.

KEPATIHAN, Radar Jember – Tindakan pemerintah sering kali lemah dalam menghadapi perusahaan yang tidak atau belum memenuhi kewajiban kepada para pekerjanya. Ini pula yang menjadi PR dunia kerja di Jember. Salah satu yang belum tuntas dan terus disuarakan yakni masalah pekerja dengan PT Wijaya Cahaya Timber (WCT).

Catatan Jawa Pos Radar Jember, sejumlah pekerja sejatinya telah dipertemukan dengan pihak PT WCT, difasilitasi di DPRD Jember. Pada 18 Agustus lalu, pihak pekerja dan HRD perusahaan hadir. Demikian pula dengan pengawas dan Disnaker Jember. Meski pertemuan itu juga disaksikan sejumlah pihak, dengan beberapa kesepakatan, tapi hasil musyawarah tak kunjung dilakukan. Inilah yang menjadi alasan puluhan orang turun aksi lagi, di depan Kantor Disnaker Jember, kemarin.

Dalam aksi itu, puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Muda Bersatu (SBMB) Jember menagih semua pihak terkait hasil pertemuan di Kantor DPRD Jember. Beberapa kesepakatan yang ditagih yakni pekerja wajib mendapatkan salinan kontrak PKWT, cuti wajib bagi pegawai yang memenuhi syarat, wanita bekerja malam hari dilengkapi fasilitas memadai, dan buruh mendapatkan fasilitas BPJS. Selain itu, perbaikan komunikasi perusahaan dengan buruh harus diperhatikan, penyaluran CSR memperhatikan wilayah kerja, lembur harus diberikan jam kerja, serta pekerja yang diberhentikan mendapatkan haknya sesuai aturan yang berlaku.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, peserta aksi kemarin juga membawa sejumlah bendera dan pelantang suara. Massa menegaskan tidak akan melakukan aksi di tempat lain, karena sudah terlalu banyak pertemuan yang dilakukan. namun, tetap tidak menghasilkan tindakan yang nyata. Mereka mengancam akan menempati kantor Disnaker jika permasalahan yang terjadi tidak segera diselesaikan.

Korlap aksi, Dwi Agus, menjelaskan, aksinya bukan untuk audiensi dengan pemkab, DPRD, maupun pihak terkait lainnya. Hal tersebut menurutnya sudah sering dilakukan. Namun, tidak ada bukti nyata dari kesepakatan yang dihasilkan. “Segera realisasikan kesepakatan sebelumnya. Kalau tidak, kami akan menduduki Disnaker,” imbuhnya.

Peserta aksi sempat ditemui oleh Kepala Disnaker Jember Suprihandoko. Namun, mereka merasa kurang puas, karena beberapa pihak terkait lainnya, seperti anggota DPRD, tidak ikut hadir. Meskipun beberapa waktu setelahnya sejumlah anggota DPRD Komisi D datang untuk menemui massa.

Kepala Disnaker Jember Suprihandoko mengatakan, tuntutan para buruh merupakan inspirasi dan energi baru untuk berbenah dalam upaya pemenuhan hak buruh. Oleh sebab itu, dia mengaku akan meninjau ulang permasalahan yang ada selama ini. “Semangat dan inspirasi bagi kami untuk berbenah,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi D DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo menegaskan akan langsung mendatangi perusahaan yang dimaksud. Sebab, dianggap tidak kooperatif ketika diminta untuk menjelaskan permasalahan yang ada di depan para pendemo secara langsung. “Kami harus jemput bola. Untuk mengklarifikasi dan mencari solusi yang terbaik,” pungkasnya. (ham/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Disnaker Jember #pekerja