Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Beli Seragam di Sekolah Tidak Wajib , Penyediaan oleh SMAN 2 Jember agar Tidak Beda Warna

Radar Digital • Selasa, 8 Agustus 2023 | 17:20 WIB

 

LURUSKAN MASALAH: Kepala SMAN 2 Jember menjelaskan bahwa siswa tidak diwajibkan membeli seragam di sekolah, kemarin.
LURUSKAN MASALAH: Kepala SMAN 2 Jember menjelaskan bahwa siswa tidak diwajibkan membeli seragam di sekolah, kemarin.
 

 

 KEPATIHAN, Radar Jember - Larangan jual beli seragam sempat ramai, bahkan ada moratorium. Nah, larangan tersebut telah dipatuhi oleh SMAN 2 Jember. Sekolah ini sebenarnya sejak lama menyediakan kain atau kaus olahraga. Namun, tidak mewajibkan pembelian bagi siswa atau wali murid.

Kepala SMAN 2 Jember Dora Indriana menyampaikan, sekalipun sekolah sempat menyediakan kain atau kaus olahraga, namun SMAN 2 tidak mewajibkan siswa membeli seragam di koperasi sekolah. Pengadaan seragam hanya menyediakan bagi siswa yang ingin membeli saja. “Selama ini SMAN 2 hanya menyediakan agar seragam dan tidak ada paksaan (membeli, Red),” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (7/8).

Dora menegaskan, setelah proses PPDB selesai, pihaknya tidak lagi melayani jual beli seragam. Dijelaskan, moratorium tentang larangan jual beli seragam sekolah di SMA/SMK yang dikeluarkan Provinsi Jatim akhir Juli lalu juga terbit setelah seluruh siswa baru melakukan daftar ulang. Sejak saat itu, pihaknya tidak melakukan aktivitas demikian. Selain patuh pada aturan, setiap tahun setelah PPDB memang tidak ada lagi proses jual beli.

Menurutnya, selama sekolah tidak mewajibkan, penyediaan seragam tetap diperkenankan. Dalam praktiknya, kata dia, tidak ada orang tua yang mengeluh dan melayangkan komplain. Baik soal harga atau keluhan lainnya. “Stok yang biasanya selalu tersedia adalah kaus olahraga dan atribut SMAN 2 yang lainnya. Seperti hasduk dan bet. Sebab, atribut-atribut tersebut menjadi ciri khas sekolah dan tidak dijual di toko mana pun. Selain itu, banyak siswa kelas atas yang biasanya memesan kepada koperasi. Kami berharap sekolah kami lebih tertib dan disiplin agar terlihat seragam,” terangnya.

Pakaian seragam sekolah bisa menjadi ciri khas lembaga. Institusi akan tampak indah, tambahnya, apabila memiliki seragam khasnya. Untuk memenuhi itu, pihaknya pun menyediakan di koperasi sekolah. Tentunya ada kesepakatan melalui musyawarah bersama para wali siswa. Sehingga, penertiban itu sama sekali tidak ada unsur pemaksaan atau mewajibkan pembelian.

Sementara itu, apabila moratorium benar-benar dilanjutkan menjadi sebuah regulasi permanen, SMAN 2 juga akan mematuhinya dan tidak akan menyediakan seragam lagi. Namun demikian, ada risiko yang harus ditanggung, yakni seragam sekolah siswa bisa jadi tidak akan sama. (sil/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Kabupaten Jember #seragam sekolah