BACA JUGA : Selama Sepekan, Tiga Truk Mogok di Gumitir
Kordinator lapangan acara, Ufis Hidayatullah, mengatakan, punk harus mengkaji diri sendiri terlebih dahulu agar dapat menjadi manfaat bagi orang lain. Akan dilakukan perpaduan antara seni musik punk dengan salawat. “Selain terdiri atas sepuluh band punk lokal, kami menghadirkan juga band punk terkenal, Marjinal,” ujarnya.
Ufis juga menjelaskan tujuan acara untuk memberikan stigma baik kepada masyarakat. Pandangan terhadap anak punk terkadang hanya tentang hal negatif saja. Dia mengatakan, untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tidak memiliki keterbatasan latar belakang apa pun.
Selain hal tersebut, Ufis juga mengatakan, meski memilih jalan sebagai punk, tetap ada penanaman nilai keislaman dalam tindakan yang dilakukan. “Dengan mengundang band terkenal seperti Marjinal yang sering menyuarakan hak masyarakat melalui karyanya. Dengan acara saat ini, dapat memberikan kesan baik kepada masyarakat maupun untuk komunitas punk di Jember,” imbuhnya.
Dia juga mengatakan, komunitas anak punk Jember sudah sering melakukan kolaborasi dan memiliki rutinan setiap hari Jumat untuk pengajian. Sudah terdapat ikatan satu sama lainnya antar-anak punk dan Gus Baiqun. “Acara saat ini merupakan realisasi dari apa yang kami dapatkan dari beliau,” tambahnya. (mg1/c2/bud) Editor : Safitri