BACA JUGA : Jam Buka Tutup PKL Tak Berfungsi, Kios Pedagang Pasar Induk Terhalang
Biawak yang ikut kontes tersebut tidak hanya soal ukurannya. Tapi, juga keadaan kesehatan hingga corak kulit yang dijadikan keunikan tersendiri. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, terdapat biawak yang warna kulitnya eksotis. Perpaduan warna hitam dan bintik-bintik kuning. Biawak itu disebut Varanus salvator.
Ketua Panitia Kontes Reptil Nasional dari Pearless Jember, Yulionanta Putra Handika, mengatakan, kontes reptil yang diselenggarakan memiliki tiga kelas. Di antaranya kelas gecko, reptil berkaki, dan ular. Dengan mendatangkan juri penilai dari berbagai kota untuk setiap kelas kontes reptil. “Kelas gecko menjadi yang terbanyak dengan 11 jenis kelas,” ucapnya.
Sebelum penilaian oleh juri, semua reptil yang mengikuti kontes akan dilakukan screening dan karantina terlebih dahulu. Pada biawak, penilaiannya tentang keutuhan fisiknya. Mulai dari ekor hingga kuku. Selain itu, ada nilai tambahan tentang corak kulit.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember Harry Agustriono mengatakan, pencinta reptil dapat memberikan nilai edukasi dan menambah wawasan masyarakat terhadap jenis reptil. Dengan mencintai reptil juga dapat menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dan alam. Mengingat reptil yang habitat aslinya di alam yang harus dijaga kelestariannya. “Dapat menjadi tantangan bagi pecinta reptil untuk mengedukasi masyarakat tentang kelestarian reptil dan habitatnya,” katanya.
Harry juga berharap, ke depannya akan semakin banyak pehobi dan pebisnis reptil, sehingga dapat mengangkat Jember dan pariwisatanya. Selain menjadi hobi, reptil juga bisa menjadi peluang bisnis jika dikembangkan. (mg1/c2/dwi)
Editor : Safitri