BACA JUGA : Meski Sapi Dipotong Paksa Tetap Aman Dikomsumsi
Bangunan masjid ini tergolong baru, yakni sejak tahun 2015. Menurut Ketua Takmir Masjid Baitul Amanah, Abdur Rahman, masjid tersebut dulunya merupakan milik Pesantren Darul Ulum. “Jadi, dulu bentuknya seperti gubuk,” ungkapnya.
Setelah diwakafkan oleh pemilik pertama kepada masyarakat, kini bangunan itu terus dibenahi. Beberapa ornamen juga ditambahkan. Masjid dengan dua lantai itu memiliki corak warna kuning. Ruangannya cukup nyaman dan ada tirai pembatas yang menandakan khusus saf laki-laki dan khusus perempuan.
Masjid tersebut memiliki tiga kubah tanpa menara. Hingga kini, belum ada rencana untuk mendirikan menara. Sebab, saat ini renovasi pada beberapa bagian masih berlanjut. “Dalam tahap pembangunan tahun ini,” terang Rahman.
Akibat banyaknya renovasi yang dilakukan, berbagai kegiatan di bulan Ramadan tahun ini vakum. Di masjid ini hanya diadakan tadarus Alquran dan sesekali membagikan takjil kepada musafir yang datang beribadah. Di tempat ini biasanya rutin dilakukan kajian kitab hingga bacaan Rotibul Haddad bersama-sama. “Sementara majelis taklim yang rutin kami lakukan, untuk tahun ini berhenti dulu. Karena pembangunan dan persiapan untuk menjelang hari raya,” pungkasnya. (faq/c2/nur)
Editor : Safitri