BACA JUGA : Terbukti dalam Kasus Narkoba, Teddy Minahasa Dituntut Hukuman Mati
Kondisi jalanan padat terjadi pada saat jam pulang sekolah. Selain itu, terjadi pada sore hari menjelang Magrib. Keadaan yang demikian semakin mendekati Lebaran diperkirakan akan semakin padat. Untuk itu, pada jam-jam tertentu, pengendara sangat disarankan untuk tidak melewati jalan itu dan mencari jalur alternatif.
Selain disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang melintas, baik roda dua maupun roda empat, padatnya kendaraan juga terjadi karena hal lain. Jalur itu diketahui merupakan lokasi pertokoan, ada mal dan ada pasar tradisional. Di sisi lainnya, bongkar muat barang di sekitar Jalan Trunojoyo juga menjadi salah satu penyebab macetnya jalan setempat.
Kepadatan di Jalan Trunojoyo saat bulan puasa sudah menjadi rahasia umum. Apalagi deretan pertokoan yang berdiri di pinggir jalan tersebut banyak yang tidak memiliki lahan parkir, sehingga kendaraan parkir di bahu jalan. Pengaruh lainnya yakni banyaknya kendaraan yang keluar masuk dari sejumlah toko. Alhasil, jalan semakin sempit dan membuat arus kendaraan tersendat.
"Seharusnya di ujung Jalan Trunojoyo itu tidak boleh ada tempat parkir khusus kendaraan roda dua. Ketika ada kendaraan yang mau parkir dan mau keluar terjadi penyempitan. Sisi timur atau mau ke Jalan Trunojoyo juga tidak ada tempat parkir. Ditambah ada mobil yang bongkar muat barang, sehingga menjadi biang kemacetan," kata Rudy, warga Wirolegi.
Menurutnya, ini masih sepekan puasa atau belum mendekati Lebaran, namun mulai terlihat ada kemacetan di kota. “Nanti menjelang Lebaran di jalan itu pasti semakin macet. Karena Jalan Trunojoyo merupakan jalan satu-satu menuju ke mal. Banyak warga yang masuk ke kota ini bukan hanya warga Jember, tetapi juga ada warga yang dari luar kota seperti Bondowoso dan Banyuwangi," katanya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kendaraan pengangkut barang juga masuk melakukan bongkar muat di depan toko. Bahkan ada sopir memarkir kendaraan di tikungan jalan. Padahal di lokasi sudah ada batasan parkir yang dipasang menggunakan banner dengan tanda parkir khusus road dua. Alhasil, tidak boleh ada kendaraan roda empat yang parkir di tempat itu.
Akibat Jalan Trunojoyo padat, kendaraan roda empat dari arah Jalan Ahmad Yani kesulitan masuk ke Jalan Trunjoyo, karena masih ada kendaraan roda empat yang parkir menurunkan barang. Selain itu, ada sejumlah mobil pribadi yang diparkir setelah tikungan. Jika kondisi yang demikian dibiarkan, maka Jalan Tunojoyo hingga Jalan Ahmad Yani bisa macet lebih parah. “Harus ada penindakan, jangan dibiarkan,” kata Maisaroh, asal Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, pengendara yang sempat terjebak macet. (jum/c2/nur) Editor : Safitri