BACA JUGA : Patroli TNI Temui Warga Koroptak yang Mengungsi ke Kenyam Kabupaten Nduga
Ketua Takmir Masjid Al Munawaroh, Hosnan, menjelaskan, rumah ibadah itu sudah dibangun sejak 2014 lalu. Masjid yang terkesan sederhana itu rupanya memiliki cerita unik di dalamnya. "Masjid yang dibangun oleh kerja sama ulama sekitar," ujarnya.
Salah satu kisah uniknya, sejak dulu masjid tersebut tak pernah sepi. Selalu ada orang yang menempati, meski sekadar singgah. Tak hanya itu, masjid tersebut juga disukai oleh kalangan anak kecil untuk mengaji.
Padahal, masjid tersebut tidak membuka madrasah ataupun taman pendidikan Alquran (TPQ). Namun, sejak awal sudah ditempati anak-anak warga sekitar untuk mengaji. "Hingga saat ini total anak-anak yang rutin mengaji di masjid sebanyak 25 orang," terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Hosnan mengaku, melihat banyaknya anak kecil yang mengaji di masjid, dirinya berinisiatif untuk mengajari anak-anak tersebut. Sebab, melihat potensi mereka cukup bagus. "Saya akhirnya punya keinginan untuk mengajari mereka, hingga saat ini malah semakin banyak. Padahal saya tidak membuka madrasah," ungkapnya.
Hingga kini, Hosnan sudah memberikan jadwal khusus di bulan Ramadan. Setiap pukul 14.00 para santrinya sudah berkumpul di masjid untuk melangsungkan mengaji bersama. Hal itu dilakukan hingga nanti menjelang buka puasa. "Kalau hari Minggu saya adakan buka puasa," pungkasnya. (faq/c2/nur) Editor : Safitri